You are here
Bangsa Eropa Kembali Berkuasa di Benua Eropa Olahraga 

Bangsa Eropa Kembali Berkuasa di Benua Eropa

topmetro.news – Bagi penggemar sepakbola dan sedang mengikuti Piala Dunia 2018, tentu tidak kaget melihat hasil perempat final kemarin, apabila sebelumnya sudah membaca ulasan singkat topmetro.news terkait pertandingan-pertandingan dimaksud.

Secara tersirat namun jelas, di ulasan itu dituliskan negara mana yang berpeluang memenangkan pertandingan perempat final kemarin.

Sekarang kita sudah mendapat kepastian empat negara yang masuk semifinal, yaitu Prancis, Belgia, Inggris, dan Kroasia. Dan lagi, bangsa-bangsa dari Benua Eropa kembali berkuasa di Benua Eropa untuk urusan Piala Dunia.

Sebagaimana prediksi topmetro.news kemarin, dua tim dari Amerika Latin harus ‘pulang kampung’. Dan dua-duanya adalah mantan juara dunia. Uruguay dua kali tahun 1930 dan 1950. Sedangkan Brasil lima kali, tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.

Mantan Juara vs Calon Juara

Keistimewaan semifinal Piala Dunia 2018 adalah, bertemunya masing-masing mantan juara dunia satu kali, melawan calon juara dunia baru. Prancis juara dunia tahun 1998 akan menghadapi tim yang paling ditakuti di turnamen ini, yaitu Belgia. Sedangkan Inggris juara dunia 1966, akan menghadapi Kroasia.

Catatan terbaik Belgia di Piala Dunia adalah menjadi semifinalis Piala Dunia 1986 dan runner-up Piala Eropa 1980. Sementara prestasi terbaik Kroasia adalah juara III Piala Dunia 1998, dimana saat itu yang jadi juara adalah Prancis.

Lalu siapa kah yang akan melenggang ke partai final? Sekali lagi, jangan percaya statistik! Karena ini adalah Piala Dunia penuh kejutan. Kita sudah melihat, bagaimana Jerman tersisih di babak penyisihan grup.

Lalu ada tim yang katanya juga unggulan, ikut ‘pulang kampung’, seperti juara dunia dua kali Argentina, mantan juara dunia Spanyol, dan tim kuat Portugal yang mantan juara Eropa. Ini belum termasuk Denmark.

Kalau Uruguay kemarin disingkirkan oleh Prancis, mungkin biasa saja. Namun kalau Belgia memaksa Brasil ‘pulang kampung’, itu baru jadi pikiran.

Keunggulan Belgia

Sekali lagi, jangan percaya statistik, tapi lihat mental mereka. Sekarang mari kita intip bagaimana pertandingan antara Prancis melawan Belgia.

Meski sudah diprediksi, namun keberhasilan Prancis memulangkan Uruguay pantas jadi perhitungan. Dan pertandingan melawan Belgia, tentu menjanjikan pertarungan sengit.

Satu mantan juara dunia dan satunya lagi sedang dalam performa puncak. Tapi tentu saja mental juara tadi akan ikut berperan. Lalu apakah mental Prancis sebagai mantan juara menjadi diunggulkan? Tentu saja tidak. Kita malah harus memperhitungkan mental Belgia yang malah sudah memulangkan juara dunia lima kali.

Prancis boleh sedikit lebih beruntung, karena mereka memiliki pemain cepat, Mbappe. Namun dengan pengalaman mengalahkan Brasil yang juga punya pemain berbakat, Belgia tentunya sudah paham apa yang akan mereka lakukan. Dan mereka juga punya Lukaku dan Hazard.

Dan kembali Belgia bisa diunggulkan di Piala Dunia 2018, karena ratanya kualitas pemain. Mereka malah bisa sangat menyulitkan Prancis karena kolektivitas mereka. Sementara mereka mungkin malah bisa membuat strategi usang namun efektif, yaitu, mematikan pemain kunci Prancis. Namun sepertinya, andai adu kolektivitas pun, Belgia akan bisa menaklukkan Prancis.

Balas Dendam Southgate

Bagi yang setia mengikuti perjalanan Timnas Inggris, tentu tidak lupa, bagaimana Gareth Southgate menggagalkan negaranya melaju ke babak selanjutnya pada semifinal Piala Eropa 1996, karena dia gagal mengeksekusi penalti.

Saat itu semifinal melawan Jerman dan berakhir dengan adu penalti. Dan saat itu, hanya tendangan Southgate yang gagal, dan Inggris pun terhenti. Dan itu adalah salah satu rangkaian kegagalan Inggris dalam adu penalti.

Lalu dalam turnamen kali ini, Timnas Inggris sepertinya sudah berhasil menghilangkan trauma adu penalti. Southgate pun bisa tersenyum, karena dosa adu penaltinya sudah semakin terobati.

Inggris kemarin sempat menghadapi adu penalti melawan Kolombia dan berhasil dilalui dengan sukses. Berbekal mental yang meningkat, Inggris kemudian berhasil menggulung Swedia 2-0 langsung.

Dan melawan Kroasia, Inggris sepertinya akan maju bertanding dengan mental yang semakin kuat, usai berhasil melepaskan diri dari kutukan adu penalti di Piala Dunia dan lalu menang melawan Swedia, yang juga alot untuk dikalahkan.

Perpaduan Mental dan Skill

Dan kita tahu, bahwa dalam ajang besar seperti Piala Dunia 2018, mental bisa lebih berpengaruh daripada skill. Sehingga dalam hal ini, mental pemain Inggris yang sedang meningkat, bisa menjadi lawan tambahan bagi Kroasia.

Namun Inggris tentu tak bisa anggap enteng dengan Kroasia. Mengalahkan negara dengan tradisi sepakbola yang kuat dan juga sebagai tuan rumah, tentu saja tak bisa dipandang setengah mata.

Dan kekuatan dari Eropa Timur memang tidak bisa dikatakan biasa saja. Dan meski Inggris diunggulkan, Kroasia tetaplah Kroasia, tim yang berpotensi membuat kejutan, sebagaimana mereka suguhkan pada Piala Dunia 1998. (TM-RAJA)

83 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment