You are here
Uskup Agung Medan: Yesus Punya Tiga Predikat Unik Kota Medan 

Uskup Agung Medan: Yesus Punya Tiga Predikat Unik

Topmetro.news – Uskup Agung Medan mengatakan Yesus punya tiga predikat unik yang tidak dimiliki nabi lain. Hal ini harus diyakini seluruh umat Katolik di bumi ini.  Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B Sinaga OFM, Cap menjelaskan hal itu di depan ribuan umat Paroki ST Fransiskus Assisi Padangbulan Medan yang merayakan Paskah di Jambur Halilintar-Medan, Minggu (15/4/2018).

Uskup Agung Medan menjelaskan tiga predikat unik yang dimiliki Yesus adalah, Yesus bangkit dari kematian.

Kedua, sambung Uskup Agung, Yesus membangkitkan orang mati. ”Sudah banyak mukjizat yang dilakukan Yesus, diantaranya membangkitkan orang-orang mati. ”Kelak, kita pun dibangkitkanNya dalam kemuliaan.”

Predikat ketiga, jabar Uskup Agung Medan, hanya Yesus yang berhak menjadi Hakim Pengadilan terakhir pada akhir zaman. ”Jadi hakim yang menentukan umat manusia masuk surga kelak hanya Yesus,” tegas Uskup Agung Medan.

Doa di Keluarga

Di bagian lain khotbahnya, Uskup Agung Medan meminta agar umat Katolik senantiasa memanjatkan doa di keluarga masing-masing sebagai tekad membangun keluarga. ”Jangan menjadi pengurus di gereja kalau belum berdoa di keluarganya masing-masing.”

Selain itu umat Katolik diimbau agar selalu berdoa pada pagi hingga malam hari, sebelum dan sesudah makan, begitupun dengan menguduskan hari Minggu. ”Marminggu (beribadahlah), berdoalah di sana kepada Tuhan.”

Lebih Utamakan Rekreasi

Menurut Uskup Agung Medan saat ini banyak umat Kristen yang melupakan ibadah Minggu. ”Hanya 30 persen umat Kristen yang beribadah di hari Minggu. Sisanya, 70 persen lagi lebih mengutamakan rekreasi. Biasanya merencanakan rekreasi ke luar kota seperti Berastagi dan lain-lain.”

Uskup Agung Medan, dalam khotbahnya juga menjelaskan lebih jauh tentang umat Katolik yang harus membamgun Catur Taqwa dan Catur Dharma.

Masuk Tahun Politik

Memasuki tahun politik, seperti Pilpres, Pilgubsu dan Pilkada Walikota, Bupati di daerah di daerah-daerah, umat Katolik diminta membawa damai sejahtera.

”Jangan ibarat pepatah eme naniula igagat ursa, i namasa ima ta paula-ula. Ini zaman baru, zaman inspirasi seluruh bangsa. Jadilah pembawa kedamaian. Sekali Katolik tetap Katolik!” (***)

212 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment