You are here
Zonasi Penerimaan Siswa SMA Dianggap Diskriminasi Peristiwa 

Zonasi Penerimaan Siswa SMA Dianggap Diskriminasi

topmetro.news – Akibat penerimaan siswa SMA negeri yang memakai pola zonasi tempat tinggal, masyarakat merasa kecewa karena diperlakukan tidak adil.

Kejadian ini dialami Daniel Purba (45) warga Jalan Manggan VIII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli yang tidak bisa memasukan anaknya sekolah negeri SMA Negeri 9 di Kecamatan Medan Labuhan. Padahal nilai anaknya termasuk yang tertinggi pada saat mendaftar.

“Ini benar-benar diskriminasi, sara-gara penerimaan berdasarkan zonasi tempat tinggal anakku tidak bisa masuk sekolah negeri,” kata Daniel, pada Senin (9/7/2018).

Katanya, dirinya memasukan anaknya ke SMA Negeri 9 yang berada di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, namun karena penerimaan menurut zonasi anaknya tidak lulus.

“Saya sangat kecewa dengan adanya seleksi penerimaan menurut zonasi yang dibuat pemerintah. Bukan prestasi yang dilihat, tetapi jarak tempuh sekolah dengan tempat tinggal, inikan aneh. Padahal anakku nilainya cukup bagus,” kesalnya.

Dirinya berharap pemerintah mengkaji ulang tentang peraturan penerimaan menurut zonasi tempat tinggal.

“Pemerintah harus msngkaji ulang peraturan itu, karena kalau tidak kami warga Medan Deli bakal tidak memasukan anak kami ke sekolah negeri karena sampai saat ini tidak ada sekolah SMA Negeri di kecamatan kami,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Sahri warga Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, anaknya tidak bisa masuk sekolah SMA Negeri lantaran tidak ada SMA Negeri di Kecamatan Medan Deli.

“Nilai anakku cukup bagus dan kemarin ku daftarkan ke SMA Negeri 9 di Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan tapi karena penerimaan menurut zonasi jadi anak ku tidak lulus,” kata Sahril.

Sementara itu, salah seorang guru yang juga merupakan panitia penerimaan murid baru di SMA Negeri 9, Fahruzi mengatakan pihak sekolah tidak bisa berbuat apa-apa tentang penerimaan murid baru berdasarkan zonasi.

Disdik Sumut

“Kita hanya menginput data saja, sedangkan yang menentukan jarak tempuh pihak Dinas Pendidikan Sumut, jadi mengenai zonasi itu kita tidak bisa berbuat apa-apa dan yang menentukan lulus tidaknya siswa dari dinas,” jelasnya.(TM/14)

121 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment