TOPMETRO.NEWS – Polres Siak mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab meninggalnya dokter residen anestesi, dr Alex Cristo Loris Situmorang.
Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan berbagai fakta dan bukti untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, seperti dikutip TOPMETRO.NEWS dari facebook @Batak jaya “chanel” pada Senin 27 Juli 2026 menegaskan masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada berbagai informasi maupun spekulasi yang beredar, khususnya di media sosial.
Menurutnya, seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan berlandaskan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai berbagai narasi yang seolah-olah telah memastikan penyebab kematian korban berpotensi menyesatkan dan mengganggu jalannya penyelidikan. Karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil resmi dari kepolisian.
Saat ini, Satreskrim Polres Siak masih menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI) dalam mengusut kasus tersebut. Pendekatan ini mengedepankan analisis ilmiah melalui pemeriksaan tempat kejadian perkara, keterangan para saksi, barang bukti, rekaman CCTV, pemeriksaan digital forensik, hasil autopsi, hingga pendapat para ahli.
Kapolres memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah diperoleh hasil yang memiliki dasar hukum dan ilmiah yang kuat.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kematian dr Alex masih terus berlangsung. Polisi juga mendalami berbagai petunjuk, termasuk pemeriksaan perangkat elektronik milik korban.
Sekadar diketahui, dr Alex dilaporkan menghilang sejak Senin (13/7/2026) sore.
Dokter berusia 31 tahun yang tinggal di mess RSUD Tengku Rafian itu terakhir terekam kamera CCTV meninggalkan lingkungan rumah sakit sekitar pukul 18.06 WIB.
Setelah tidak kembali ke mess dan telepon selulernya tidak dapat dihubungi, rekan-rekan korban bersama pihak rumah sakit melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia.
Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.(999)

