BPBD Sumut Catat Telah Terjadi 338 Kali Bencana: dari Cuaca Ekstrem, Karhutla Hingga Erupsi Gunung Sinabung 

topmetro.news, Medan- Periode 1 Januari hingga 4 September 2027, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut), mencatat telah terjadi 338 kali bencana tersebut di 33 Kabupaten/Kota.

Berdasarkan data dihimpun dari BPBD Sumut, dari 338 bencana itu, terdiri banjir 73 kali, bencana non alam 1 kali, cuaca ekstrem 127 kali, erupsi Gunung Sinabung 1 kali, gempa bumi 1 kali, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 47 kali. Lalu, kekeringan 2 kali, dan tanah longsor 86 kali.

Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan pihaknya saat ini, tengah fokus penanganan, dari karhutla, cuaca ekstrem dam erupsi Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo.

“Ada beberapa yang sedang terjadi. Contohnya kemarin itu ada karhutla di Samosir. kemudian karhutla di Padang Lawas, kemudian di Paluta,” jelas Tuahta dalam konferensi pers, yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Jumat siang, 4 September 2026.

Meski potensi Karhutla masih dalam status kecil. Namun, Tuahta mengungkapkan harus dilakukan pencegahan dan pengawasan berkelanjutan antara BPBD Sumut dengan BPBD Kabupaten/Kota. Agar kebakaran tidak melebar ke wilayah yang lain.

“Memang potensinya masih kecil, ya, masih kecil, namun itu tidak bisa kita jadikan alasan untuk tidak awas terhadap potensi-potensi seperti itu,” jelas Tuahta.

Dalam penanganan karhutla, Tuahta mengungkapkan bahwa pihak BPBD Sumut itu, juga ikut serta melakukan pemadaman api di Kabupaten Samosir. Ia mengatakan pihaknya, bukan tim utama hanya mendampingi BPBD Samosir dalam pemadaman api kebakaran tersebut.

“Alhamdulillah sudah dua minggu, baru semalam turun hujan. Hari ini juga agak mendung. Artinya ini akan kami pertimbangkan, akan kami tarik nanti mungkin personil kami dari sana untuk kami geser ke Sinabung,” kata Tuahta.

Kemudian, untuk cuaca ekstrem. Tuahta menjelaskan terjadi di beberapa Kabupaten/Kota di Sumut seperti angin puting beliung, yang terjadi di Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.

“Artinya di beberapa wilayah Sumatera Utara terjadi angin puting beliung menyebabkan kerusakan rumah di beberapa daerah seperti di Medan, Binjai, kemudian laporan terakhir di mana? Deli Serdang, ya, Deli Serdang,” sebut Kepala BPBD Sumut ini.

Meski tidak terjadi cuaca ekstrem, Tuahta mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi serta menerima laporan dari Kabupaten/Kota, terkait bencana alam itu.

“Namun ini tetap kita koordinasikan, kita menerima laporan, kemudian hal-hal apa yang bisa didukung oleh Sumatera Utara, kita koordinasikan dengan BPBD setempat dan kita bantu sesuai dengan kewenangan kita masing-masing,” sebut Tuahta.

Tuahta mengungkapkan bahwa pihaknya juga tengah fokus dalam penanganan terhadap warga terdampak erupsi Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo. Ia mengatakan status Gunung Api itu, level 3 atau siaga.

“Sinabung saat ini, sudah sampai ke level nasional perhatiannya dan BPBD Sumatera Utara atau Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tentunya sudah langsung berada di tempat pendampingan terhadap Pemkab Karo, untuk penanganan atau pendampingan masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung,” kata Tuahta.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menerbitkan Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/8/INST/2026 tentang Peringatan Dini Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Kering dan Basah di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.

“Tentunya kita Bapak Gubernur menerbitkan ini tentunya bukan dengan pertimbangan-pertimbangan lain, tentunya ada pertimbangan-pertimbangan khusus, apalagi semacam kita dapatkan dari pihak-pihak yang berwenang, semisal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG tentang perubahan iklim atau cuaca di Sumatera Utara. Ini menjadi patokan kami untuk selalu mengawasi setiap potensi yang bakal terjadi di Provinsi Sumatera Utara,” jelas Tuahta.

Penulis Erris

Related posts

Leave a Comment