Sumardji Puji Bobby Nasution, Satu-satunya Gubernur yang Peduli Sepakbola Usia Muda, Sumut Bidik Industri Olahraga Rp3,2 Triliun

topmetro.news, Medan  – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, melontarkan apresiasi terhadap Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution atas dukungannya terhadap pengembangan sepakbola kelompok usia. Bahkan, Sumardji menyebut Bobby sebagai satu-satunya gubernur yang menunjukkan kepedulian besar terhadap penyelenggaraan kompetisi sepakbola usia muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Sumardji saat menghadiri Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (12/10/2026).

Menurut Sumardji, dukungan Bobby Nasution terhadap sepakbola tidak sekadar berupa pernyataan, tetapi juga diwujudkan melalui kesediaan Sumut menjadi tuan rumah berbagai kompetisi sepakbola kelompok usia tingkat internasional.

Sumut sebelumnya dipercaya menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan 2025 yang menjadi ajang pemanasan menuju Piala Dunia U-17. Setelah itu, Sumut kembali mendapat kepercayaan untuk menggelar Piala AFF U-19.

Dua ajang tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan sepakbola usia muda sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat Sumut untuk menyaksikan kompetisi sepakbola bertaraf internasional.

Sumardji mengungkapkan, PSSI sebelumnya telah menawarkan kesempatan kepada sejumlah gubernur di Indonesia untuk menjadi tuan rumah kompetisi kelompok usia. Namun, menurutnya, hanya Gubernur Sumut yang memberikan respons positif dan bersedia memberikan dukungan.

“Pak Bobby satu-satunya gubernur yang peduli dengan sepakbola kelompok usia. Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saya sendiri yang minta tolong ke gubernur lain menjadi tuan rumah kelompok usia, tidak ada yang bersedia, tetapi Gubernur Sumut benar-benar peduli,” ujar Sumardji.

Ia menilai, keberhasilan penyelenggaraan kompetisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem sepakbola di Sumatera Utara. Pengembangan sepakbola, menurutnya, tidak boleh hanya berfokus pada pemain, tetapi juga harus mencakup kualitas wasit, penyelenggara pertandingan, fasilitas olahraga, serta aspek pendukung lainnya.

“Ini awal langkah yang nyata untuk membawa sepakbola Sumut ke masa depan yang lebih cerah, bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, penyelenggara, fasilitas dan lainnya,” katanya.

Bobby Nasution Bidik Olahraga Jadi Industri

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution optimistis perkembangan sepakbola dan sektor olahraga secara keseluruhan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong pengelolaan sektor olahraga agar lebih profesional, produktif, dan mandiri secara finansial.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memberikan kewenangan kepada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut untuk mengelola aset secara mandiri melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Melalui kebijakan tersebut, aset olahraga diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pembinaan atlet, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bobby menyebut nilai aset yang akan dikelola secara mandiri tersebut mencapai sekitar Rp3,2 triliun. Ia menargetkan Dispora Sumut mulai 2028 tidak lagi bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan mampu mengoptimalkan aset yang dimiliki.

“Sepakbola olahraga yang paling banyak digemari. Saya rasa dengan pengelolaan yang tepat kita akan membuat olahraga menjadi industri. Oleh karena itu, Dispora kami tahun 2028 tidak akan bergantung lagi pada APBD, mereka akan mengelola asetnya sekitar Rp3,2 triliun secara mandiri melalui BLUD. Mereka akan mendapat pendapatan dari sana dan juga menyumbangkan PAD,” kata Bobby.

Rencana tersebut menjadi salah satu pendekatan Pemprov Sumut untuk mendorong sektor olahraga agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Dengan pengelolaan aset yang profesional, fasilitas olahraga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, mendukung pembinaan atlet, serta membuka peluang kegiatan ekonomi bagi masyarakat.

Meski demikian, realisasi target tersebut akan bergantung pada kesiapan pengelolaan, pemanfaatan aset, dan kemampuan menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

Arya Sinulingga Pimpin PSSI Sumut 2026–2030

Di sisi lain, Ketua PSSI Sumut terpilih, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa hubungan antara Pemprov Sumut dan PSSI selama ini berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai inovasi, kegiatan, dan kebijakan untuk memajukan sepakbola di Sumatera Utara.

Menurut Arya, sinergi antara pemerintah daerah, PSSI, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pengembangan sepakbola Sumut berjalan lebih terarah dan profesional.

“Apa yang sudah kita kerjakan selama ini tidak terlepas dari Gubernur Sumut, Kadispora di level teknis. Kami mendapat dukungan yang luar biasa. Ke depan kita harus lebih tegas lagi membangun sepakbola Sumut,” ujar Arya.

Arya Sinulingga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut tersebut.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan pemain usia muda, meningkatkan kualitas kompetisi, memperbaiki fasilitas olahraga, serta membangun tata kelola sepakbola yang lebih profesional.

Dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan perkembangan sepakbola Sumut tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen, tetapi berlanjut pada pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan industri olahraga.

Dengan dukungan tersebut, Sumatera Utara diharapkan dapat memperluas peluang bagi talenta muda untuk berkembang sekaligus menjadikan olahraga sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Penulis: Erris

 

 

Related posts

Leave a Comment