TOPMETRO.NEWS – Ingin menjenguk cucu, Nek Suriati alias Martik (57) warga Jalan Makmur Dusun V Dahlia 7, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan malah tewas menggenaskan ditabrak kereta api Railink tujuan Medan – Bandara KNIA di perlintasan Kereta Api Dusun II Mawar Desa Sambirejo Timur Percut Seituan, Minggu (16/7).
Akibatnya badan korban terbelah dua dan seisi perut berceceran di rel kereta api.
Dahlan (41), salah seorang warga mengatakan, sebelum kejadian korban yang datang dari Gang Mawar berniat menjenguk cucunya di Jalan Pasar 8 Gang Karya Rotan 21, Desa Sei Rotan.
Saat berjalan di atas rel, korban yang sudah mulai pikun ini tak melihat dan mendengar kereta api tujuan Bandara Kualanamu yang melaju dari arah Medan.
Tak pelak, kereta api melindas tubuh korban dan terseret 25 meter.
“Kami sempat berteriak agar nenek itu jangan melintas karena ada kereta api, tapi tak dia tidak fengar dan terus berjalan,” ujar Dahlan.
Begitu kereta api lewat, warga langsung turun ke lokasi kejadian dan membungkus mayat korban dengan sarung.
Sebagian lagi warga mengumpulkan perut korban yang berserakan.
Oleh menantunya dan warga yang tak mau korban diautopsi langsung membawa korban ke rumah duka.
“Keluarganya tak mau korban dioutopsi dan langsung dibawa ke rumah,” tambah Dahlan.
Tak lama kemudian, petugas Satlantas Percut Sei Tuan turun ke lokasi.
Kanit Lantas Polsek Percut Sei Tuan AKP. Suprihanto mengatakan jenazah korban sudah berada di rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan, sebab anak korban bernama Rasyid tidak bersedia korban untuk dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan VER (visum et revertum) dan tidak menuntut pihak manapun di belakang hari. (TM-13)

