TOPMETRO.NEWS – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan siap memenjarakan siapapun pelakunya yang terindikasi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 ini, mencatut namanya pribadi sebagai bagian dukungan politik bagi dirinya.
“Belum ada yang berani..ehe..pakai nama saya dapatkan duit (di Pilkada), karena saya sudah bilang kemana-mana, orang itu akan saya masukin penjara, enak saja pakai nama saya,” kata Megawati dalam pidato resminya, Selasa (18/7) dalam acara peresmian kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara di Jalan Jamin Ginting Medan.
Megawati yang dalam pidatonya mengaku sebagai ketua umum paling terlama menjabat saat ini dibanding lainnya tersebut mengatakan, di Pilkada tahun 2018 tersebut yang tersebar di 171 tempat pelaksanaan, disadarinya dalam kondisi sekarang ini diyakininya aka nada banyak oaring ingin menemuinya langsung.
Hal ini tentunya, terangnya ada kaitannya terhadap mendapatkan dukungan politik dari Ketua Umum DPP PDI Perjaungan.
”Ya, sekarang ini..ehe..ada banyak orang mau ketemu saya padahal belum pernah ketemu, tentu saya bilang kalau mau ketemu saja boleh. Tapi nyatanya ada yang bilang sudah ketemu padahal belum,” tambahnya.
Parahnya lagi, ungkapnya, ada sebagian juga yang menyebutkan sudah ketemu dan sudah mendapat restu.
”Ini jadi masalah ketemu saja belum dibilang sudah dapat restu. Nah, disini internal saya ingatkan kalau ada orang-orang katakan seperti itu, bohong. Karena satu-satunya disebut restu saya setelah dapat rekomendasi yang saya tandatangani, minta bukti itu sama dia,” pesannya.
Megawati juga menyinggung meski terkesan sepele, sekarang ini sangat menghindari adanya permintaan foto bersama, termasuk selfi.
”Saya hari ini ga mau di foto, selpi-selpi, nanti dijadikan bukti lagi saya sudah selfi dengan Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri),” ucapnya yang disambut tawa oleh sejumlah kader dan para tamu termasuk diantaranya Gubsu, Walikota Medan dan sejumlah politisi lainnya.
Lebih lanjut, ditekankan Megawati kembali, Pilkada itu sesungguhnya mencari orang yang pintar, sehingga diingatkannya bagi para calon yang ingin maju di Pilkada agar menanamkan kehati-hatian didalam bertindak.
“Jangan deh model-model seperti Pilkada DKI Jakarta itu dilakukan lagi, itu tak sehat, itu benar-benar bawa sara. Sebetulnya kita ini mencari pemimpin pemerintahan, orang yang bagus untuk melayani rakyat karena kepintarannya, kecerdasannya dan dedikasinya,” pungkasnya yang selanjutnya dilakukan peresmian kantor DPD PDIP melalui pembubuhan penandatangan prasasti oleh Ketua Umum DPP PDI diikuti peninjauan kantor, selanjutnya meninggalkan acara dengan barisan pengamanan yang sangat ketat.(TM-11).

