TOPMETRO.NEWS – Perseteruan antara militer Filipina dan kelompok militan Maute masih makin bergolak. Akibat perseteruan itu, sebuah bom dilaporkan meledak di Marantao, kota di sebelah Marawi.
Informasi yang diperoleh, bom itu jatuh di dekat perbatasan Marantao dengan Lanao del Sur dan Mindanao State University.
Juru bicara Pasukan Satuan Tugas Marawi, Jo-ann Petinglay mengatakan pihaknya menemukan indikasi bom ini dikirimkan Maute sebagai aksi balas dendam.
Indikasi ini terlihat dari jenis bom dan jarak tempuhnya.
Menurut Petinglay, militer Filipina sama sekali belum menggunakan bom di Marawi saat insiden terjadi. Selain itu, Maranao sendiri terletak cukup jauh dari Marawi, yaitu 19 kilometer.
“Tak ada senjata api langsung kami yang dikerahkan pagi ini. Tak ada juga yang dapat mencapai daerah itu.”
Petinglay mengatakan, kini pihaknya sedang menyelidiki untuk memastikan pihak mana dan dari mana asal bom itu.
Kelompok Maute sendiri dilaporkan sudah mulai terdesak di Marawi.
Sejak bentrokan pecah pada dua bulan lalu, wilayah kekuasaan dan jumlah militan Maute terus menciut.(tmn)

