topmetro.news – Kepala Desa (Kades) Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Ir. Indra Syahputra, memaparkan penerapan inovasi Posyandu Remaja sebagai salah satu upaya menekan angka stunting di desanya.
Paparan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sergai yang digelar di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai, Jumat (11/10/2024).
Dalam rapat tersebut, Indra Syahputra menekankan pentingnya memahami faktor-faktor penyebab stunting yang beragam.
“Di Desa Pekan Tanjung Beringin, faktor utama penyebab stunting antara lain kemiskinan yang mencapai 25%, pola asuh yang kurang tepat sekitar 70%, dan pernikahan dini yang menyumbang 5%. Salah satu inovasi yang kami terapkan untuk mengatasi pernikahan dini adalah melalui edukasi di Posyandu Remaja. Di sana, para remaja diberikan pembelajaran mengenai pola hidup sehat dan gizi, yang diharapkan dapat menekan angka stunting di masa depan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa melalui Posyandu Remaja, para remaja tidak hanya dibekali pengetahuan tentang gizi, tetapi juga kesadaran akan risiko pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak.
“Jika remaja mendapatkan edukasi sejak dini, diharapkan mereka lebih siap secara fisik dan mental saat memasuki fase pernikahan dan kehamilan, sehingga bisa melahirkan anak yang sehat dan bebas dari risiko stunting,” lanjut Indra.
Lebih lanjut, Indra juga menyebutkan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Agama melalui bimbingan pra-nikah sangat penting untuk mengedukasi calon pengantin terkait peran gizi dan pola hidup sehat.
Selain itu, program GenRe (Generasi Berencana) yang fokus pada bidang pendidikan dan kegiatan kreatif bagi remaja juga diharapkan dapat mencegah pernikahan dini.
Pada kesempatan yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sergai, H. Parlindungan Pane, SH, M.Si, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kahar Effendi, S.Sos, menegaskan bahwa penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas utama Pemkab Sergai.
Meski prevalensi stunting di Sergai telah menurun menjadi 14,04% pada 2023, lebih baik dari target 18% pada 2024, upaya mempertahankan dan menurunkan angka ini terus dilakukan melalui berbagai program.
“Angka ini harus kita pertahankan dan bahkan kita turunkan lagi melalui koordinasi lintas program dan lintas sektor. Kolaborasi ini sangat penting agar anak-anak di Sergai dapat tumbuh sehat dan cerdas,” kata Kahar Effendi.
Ia menambahkan, stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami penurunan kemampuan kognitif, produktivitas, serta lebih rentan terhadap penyakit tidak menular.
“Upaya pencegahan harus dimulai sejak remaja, karena mereka adalah calon orang tua yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi berkualitas. Edukasi sejak dini menjadi kunci dalam mencegah stunting di masa mendatang,” ujarnya.
Berdasarkan data Pendataan Keluarga 2023, Sergai memiliki 65.349 remaja usia 15 hingga 24 tahun dan 33.640 keluarga yang memiliki remaja. Sebanyak 21.429 keluarga telah mengikuti program Bina Keluarga Remaja (BKR), yang berperan penting dalam edukasi kesehatan remaja dan perencanaan keluarga.
Kahar juga menyoroti pentingnya pemahaman usia ideal untuk menikah dan hamil, serta kesiapan remaja menjadi orang tua yang bertanggung jawab.
“Kurangnya pengetahuan remaja tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) meningkatkan risiko stunting pada anak yang dilahirkan. Oleh karena itu, pendidikan parenting dan edukasi gizi bagi remaja sangat penting untuk mencegah anemia dan kekurangan energi kronis (KEK),” tambahnya.
Ia mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen dalam mencegah dan menurunkan stunting di Sergai.
“Sinergi antarinstansi, partisipasi masyarakat, serta dukungan dari tokoh agama sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program pencegahan stunting ini,” tutupnya
Selain Kades Pekan Tanjung Beringin, rapat ini juga diisi dengan pemaparan dari sejumlah narasumber lainnya, termasuk akademisi dan perwakilan organisasi remaja. Turut hadir dalam kegiatan ini Kadis P2KBP3A Helminur Iskandar, para camat, kepala puskesmas, serta perwakilan OPD terkait.
Reporter | Fani

