topmetro.news,Medan- Kehebohan melanda Medan, Sumatera Utara, menyusul terungkapnya kasus empat camat dan lurah yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Pengungkapan ini dilakukan melalui tes urine mendadak yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Medan. Identitas keempat pejabat tersebut belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak berwajib, guna melindungi nama baik mereka dan memberikan kesempatan untuk proses hukum yang adil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tes urine itu dilakukan di halaman rumah dinas Wali Kota Medan, Sabtu (26/4) lalu. Tes dilakukan usai Rico dan camat serta lurah se-Kota Medan melakukan senam pagi.
Temuan mengejutkan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Publik menyoroti pentingnya integritas dan moralitas pejabat publik, terutama dalam hal penegakan hukum dan pelayanan masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah setempat pun diuji atas kasus ini.
BNNK Medan menyatakan akan memproses keempat pejabat tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Selain itu, BNNK Medan juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan. Langkah preventif dan edukasi juga akan diperkuat untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
Walikota Medan Rico Waas, menyampaikan kekecewaan mendalam atas kejadian ini dan menegaskan komitmennya untuk membersihkan pemerintahan dari oknum-oknum yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Pihak pemerintah daerah berjanji akan memberikan sanksi tegas dan transparan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pejabat publik untuk senantiasa menjaga integritas dan moralitas, agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Proses hukum untuk kasus ini akan terus berlanjut hingga tuntas.
Reporter | Abdul Milala

