topmetro.news, Gebang – Para perantau asal Langkat yang bekerja di Kota Medan, bersatu mengumpulkan donasi dan turun langsung ke lokasi pengungsian untuk memberi bantuan kepada korban terdampak banjir di Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Sabtu (29/11/2025).
Tidak hanya memberikan bantuan berupa nasi bungkus, anak perantau yang menamakan Tim Perantau Anak Langkat ini juga berempati mendengarkan keluhan warga di sepanjang Jalan Lintas Sumatera Desa Aur Hitam yang terdampak.
Salah seorang warga terdampak babjir bernama Herman (38), mengeluhkan bantuan pemerintah yang sudah 4 hari tidak kunjung tiba di desa mereka.
“Baik tim penyelamat dari BPBD atau Tim SAR dan Tim Penanggulangan Bencana lainnya, tidak ada yang hadir. Harta benda dan seluruh peralatan elektronik kami habis terendam banjir yang dalamnya mencapai 1 meter lebih. Hanya pakaian di badan inilah harta yang ada saat ini,” jelas Herman.
Sementara itu, salah seorang dari Tim Anak Perantau Langkat, Riki Angga Syahputra (40), mengungkapkan dukacita dan kesedihan yang mendalam kepada para korban terdampak banjir.
“Soalnya, selain mengalami bencana banjir, dan mengalami kerugian material, warga juga mengalami kelaparan. Hal itu disebabkan karena tidak adanya bantuan sama sekali yang datang, sejak peristiwa banjir yang melanda di beberapa desa yang ada di Kecamatan Tanjungpura dan Kecamatan Gebang,” ujarnya.
reporter | Rudy Hartono

