topmetro.news, Samosir – Dinas Kesehatan Samosir menganggarkan sekira Rp2 miliar untuk pembangunan gedung farmasi pada Tahun Anggaran 2023. Gedung tersebut bersebelahan dengan Gedung (Kantor) Dinas Kesehatan Samosir Komplek Perkantoran Desa Siopat Sosor Kecamatan Pangururan.
Dari jauh gedung farmasi yang baru dibangun itu tampak megah. Namun ketika kita mendekat, di sejumlah titik terlihat sudah rusak mulai dari dinding sampai ke lantai.
Di sebelah kiri gedung, terlihat beberapa titik dinding bangunan sudah retak besar atau menganga. Melihat kondisi itu, masyarakat awam pasti memprediksi bangunan itu tidak akan bertahan lama.
Bukan hanya itu saja, di depan bangunan terlihat juga retak panjang dari bawah sampai ke atas. Sepertinya tiang cor tidak menyatu ke pasangan batu bata. Antara pondasi dan kaki lima bangunan itu juga sudah retak atau rusak parah.
Informasi yang didapat wartawan, bangunan itu dikerjakan pada tahun 2023 dengan nilai kontrak sekitar Rp1,9 miliar. Namun walaupun usia bangunan itu tergolong masih sangat muda, tetapi pada sejumlah titik sudah banyak yang rusak.
Kepala Dinas Kesehatan dr Dina Hutapea yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp terkait gedung farmasi tersebut, hanya menjawab sedang tugas luar dan mengucapkan terimakasih atas atensi.
“Saat ini sedang menyusun langkah² penanganan, termasuk telah dilakukan pembangunan tembok di sisi depan gedung. sekali lagi kami sampaikan terimakasi atas atensinya,” tulis dr Dina.
Sementara itu, dr Buha Purba yang menjadi PPTK dalam kegiatan pembangunan gedung farmasi tersebut selalu menghindar saat dikonfirmasi wartawan. Tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan seperti main petak umpet saat dijumpai ke kantor.
reporter | Tetty Naibaho

