RIBUAN muda-mudi dari berbagai daerah di Tanah Batak berkumpul pada Perayaan Gondang Naposo yang digelar pada Hari Sabtu, di Lapangan Sipitu Dai, Samosir. Acara budaya ini diadakan sebagai wadah pertemuan, pergaulan, sekaligus pelestarian Adat Batak yang diwariskan turun-temurun.
Gondang Naposo, yang secara harfiah berarti gondang bagi para naposo (muda-mudi), merupakan tradisi yang dilakukan oleh Generasi Muda Batak untuk saling berkenalan, mempererat hubungan sosial, dan mengekspresikan rasa syukur melalui tarian serta musik gondang khas Batak Toba.
Acara dimulai dengan pembukaan ‘gondang sabangunan’, rangkaian instrumen tradisional seperti ‘taganing’, ‘ogung’, ‘sarune’, dan ‘hesek’. Ketika musik mulai dimainkan, para naposo, baik laki-laki maupun perempuan, membentuk barisan untuk melakukan Tortor, tarian sakral yang menjadi ciri khas Adat Batak.
Ketua Panitia Acara J Sihombing, menjelaskan, bahwa Gondang Naposo dulunya menjadi salah satu kesempatan penting bagi muda-mudi untuk mencari jodoh. “Meskipun tujuannya kini lebih pada pelestarian budaya, suasana pergaulan yang hangat tetap memberikan kesempatan bagi naposo untuk saling mengenal,” ujarnya.
Selain Tortor, acara ini juga diisi dengan lomba seni budaya, seperti marsiadapari, pembacaan umpasa, dan pertunjukan musik tradisional. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu peserta, Tiurma Situmorang, mengaku bangga dapat berpartisipasi. “Ini bukan sekadar acara menari, tetapi momen untuk mengingat siapa kita sebagai Orang Batak,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Samosir turut mendukung penyelenggaraan Gondang Naposo sebagai upaya menjaga identitas budaya lokal sekaligis menarik wisatawan. “Gondang Naposo adalah kekayaan budaya yang tidak boleh hilang. Ini harus terus dihidupkan untuk generasi berikut,” ujar Bupati Samosir dalam sambutannya.
Acara yang berlangsung hingga malam ini ditutup dengan Gondang Somba, sebuah bentuk penghormatan kepada Debata (Tuhan) sebagai ucapan syukur atas kelancaran kegiatan.
Dengan terselenggaranya Gondang Naposo tahun ini, masyarakat berharap agar generasi muda semakin mencintai Adat Batak dan terus melestarikannya di tengah perkembangan zaman. (David Fernando Lubis – mahasiswa Prodi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya USU)

