Dinkes Sumut: 313 Korban Meninggal, Layanan Kesehatan Diperkuat di Semua Titik Bencana

topmetro.news, Medan – Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), Hamid Rizal Lubis, memaparkan perkembangan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana banjir, longsor, dan banjir bandang di sejumlah kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (5/12).

Hamid menyebutkan, hingga 4 Desember 2025, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 313 orang, kemudian 167 orang masih dinyatakan hilang, sementara 41.950 warga mengungsi. Sementara untuk layanan kesehatan,

Dinkes Sumut telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 luka berat.

Ia juga menjelaskan kondisi posko pengungsian yang terus berubah seiring dinamika di lapangan.

Di Tapanuli Selatan, terdapat 28 lokasi pengungsian, dan hampir seluruh posko telah ditempatkan tenaga kesehatan.

“Total lokasi pengungsian sedang kami perbarui, namun prinsipnya tenaga kesehatan selalu kami maksimalkan,” ujarnya.

Dinkes Sumut menerapkan strategi rotasi tenaga kesehatan untuk mempercepat layanan. Di Kabupaten Langkat, misalnya, Dinas Kesehatan merotasi tenaga dari wilayah Langkat Hulu dan Langkat Hilir menuju daerah terdampak di Teluaru.

Selain itu, provinsi juga mengirim tiga dokter, tiga perawat, dan dua tenaga surveilans untuk memperkuat layanan di Langkat. Untuk daerah terisolir, Dinkes Sumut bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, dan lintas instansi lain.

Di Tapanuli Tengah dan Sibolga, sejak Jumat lalu, sudah dikirim dua dokter dan dua perawat, kemudian diperkuat tambahan dua perawat pada Minggu, serta satu dokter dan dua perawat pada gelombang berikutnya.

“Semua tenaga yang dikirim merupakan tenaga ahli berpengalaman, sehingga kekhawatiran seperti salah penanganan dapat diminimalkan,” tegas Hamid.

Dari sisi pembiayaan, Dinkes Sumut mengusulkan penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk seluruh kegiatan penanganan kesehatan. Dukungan logistik juga datang dari Kementerian Kesehatan berupa obat-obatan, BMHP, hingga bantuan PMT untuk bayi dan ibu hamil yang telah dikirim melalui jalur udara ke Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Pengiriman ke daerah lain dilakukan lewat jalur darat dan kini berada dalam perjalanan menuju Sumatera Utara.

Terkait lembaga donor, Hamid menyatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama.

“Bulan Sabit Merah Indonesia sudah berkoordinasi dengan kami dan kami tempatkan di Tapanuli Tengah. Untuk lembaga donor asing, hingga kini belum ada komunikasi, namun prinsipnya kami siap berkolaborasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Sumut terus memastikan masyarakat terdampak mendapat layanan kesehatan yang cepat, memadai, dan terkoordinasi.

Penulis | Erris

Related posts

Leave a Comment