Dr Maruli Siahaan Gelar Reses Masa Sidang II DPR RI di Medan

topmetro.news, Medan – Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Maruli Siahaan menggelar Reses Masa Sidang II DPR RI, Senin (15/12/2025), di Kompleks HKBP Simpang Limun Jalan Saudara Medan. Pada kegiatan itu, Dr Maruli juga sekaligus melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan.

Pada kegiatan reses dan sosialisasi wawasan kebangsaan itu, hadir ratusan warga beserta para tokoh masyarakat setempat. Semua terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Di awal sambutannya, Dr Maruli Siahaan menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang baru lalu di berbagai derah di Sumatera, termasuk Kota Medan. Politisi Partai Golkar ini pun mengajak ratusan peserta yang hadir, untuk bersama-sama membawakan para korban maupun yang terdampak bencana dalam doa masing-masing.

Dr Maruli Siahaan juga menyinggung soal pernyataannya yang viral soal siapa yang berhak menutup sebuah perusahaan. Di mana sehubungan dengan hal itu, Maruli Siahaan kembali menegaskan, bahwa ia tetap bersama dengan masyarakat. Dan tetap mendukung apabila masyarakat ingin menyuarakan aspirasi.

Tapi, lanjutnya, tentu saja semua harus dalam koridor hukum. Karena yang berhak menutup perusahaan yang punya izin adalah pemerintah. Oleh karena itu dia mendesak agat pemerintah meneliti semua izin perusahaan. Kalau memang ada kesalahan, maka harus dicabut izinnya dan ditutup.

Soal ‘4 Pilar Wawasan Kebangsaan’, Dr Maruli Siahaan menyebut bahwa Pancasila adalah moral kebangsaan bagi WNI. Selain itu juga menjadi dasar kepastian hukum bagi masyarakat.

Sehingga, lanjutnya, Ideologi Pancasila sangat perlu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI. Di mana sesama warga bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai. Indonesia dari Sabang sampai Merauke tidak terpecah-pecah tetap NKRI, karena Pancasila.

Secara garis besar, ia menguraikan seperti a[a ‘4 Pilar Wawasan Kebangsaan’, yakni, Pancasila sebagai ideologi, UUD sebagai hukum tertinggi, Bhinneka Tunggal Ika lambang kebersamaan tanpa memandang suku, agama, ras, dan antargolongan, serta NKRI sebagai lambang kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.

Maruli juga menyinggung soal narkoba. Di mana menurutnya, bahwa seiring kemajuan narkoba, maka kejahatan juga semakin maju. Dampak narkoba juga sangat luas, karena bisa memicu tindakan kriminalitas lainnya.

Sehingga butuh kebersamaan antara negara dan rakyat untuk memberantas narkoba. Mengatasi narkoba bukan hanya tugas aparat tapi tugas bersama melalui 4 Pilar Kebangsaan.

Kegiatan diwarnai dengan tanya jawab, di mana warga yang hadir secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka. Termasuk soal pulau Jalan SM Raja yang dianggap sangat panjang. Sehingga masyarakat di sana harus berputar sangat jauh, menyebabkan banyak kerugian waktu dan ekonomi.

reporter | Raja P Simbolon

Related posts

Leave a Comment