topmetro.news, Asahan – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin SSos MSi pimpin pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) di Hotel Antariksa – Kisaran, Rabu (17/12).
Kepala BI Pematang Siantar, Ahmadi Rahman mengatakan pengendalian inflasi daerah harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan stabilitas sistem keuangan, kelancaran distribusi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Asahan sebagai bagian dari ekosistem regional sisi batas labuhan memiliki peran strategis dalam menjaga arus pasokan dan kestabilan harga komoditas. Penguatan UMKM, perluasan digitalisasi transaksi serta penguatan rantai pasok lokal dinilai penting sebagai penyangga ketahanan ekonomi daerah”, kata Ahmadi.
Bupati menyampaikan dinamika prekonomian global dan nasional turut memberikan tekanan terhadap prekonomian daerah. Indeks Perkembangan Harga (IPH) mengalami kenaikan 4,53 persen dibandingkan bulan November, dengan komoditas penyumbang utama cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh gangguan distribusi serta meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun, sehingga memerlukan respons kebijakan yang cepat dan terkoordinasi”, kata Bupati.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan berdasarkan BPS, pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2025 tercatat tumbuh 4,51 persen (year on year) dibandingkan triwulan III tahun 2024, dengan kontribusi terbesar penyediaan makan dan minum 6,45 persen.
“Pertumbuhan ini sejalan dengan semakin luasnya cakupan program MBG dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. IPM tahun 2025 mencapai 75,13, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 74,17, didorong kenaikan pengeluaran per kapita dan penurunan tingkat kemiskinan”, kata Bupati.
Bupati menegaskan agar TPID memperkuat langkah strategis pengendalian inflasi melalui inspeksi pasar dan distributor, penguatan kerja sama antar daerah serta optimalisasi peran OPD. Koordinasi intensif antara BI, BPS, Bulog dan TPID menjadi kunci kebijakan berjalan efektif, tepat sasaran dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Reporter | Indra

