topmetro.news, Nias – Pemerintah terus menunjukkan kehadirannya dalam memastikan pemerataan akses energi hingga ke wilayah kepulauan. Melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), negara hadir meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat Kepulauan Nias.
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meresmikan pelaksanaan program BPBL di Desa Hilisebua, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kepulauan Nias. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerataan layanan dasar, penanganan wilayah terdampak bencana, serta memastikan kehadiran negara dalam mendukung kelancaran perayaan Natal 2025.
Mengawali agenda kerjanya, Wapres meninjau SMK Negeri 1 Boronadu di Desa Sifalago Gomo, Kabupaten Nias Selatan, guna melihat langsung rencana pembangunan jembatan strategis. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas wilayah, membuka akses ekonomi masyarakat, serta mendukung pembangunan inklusif di wilayah kepulauan.
Usai dari Nias Selatan, Wapres yang didampingi Gubernur Sumatera Utara bertolak ke Kabupaten Nias untuk meninjau langsung pemasangan sambungan listrik baru BPBL bagi warga Desa Hilisebua. Pada kesempatan tersebut, PT PLN (Persero) melalui PLN UP3 Nias turut menyalurkan bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan empati sosial.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 467 rumah tangga berpenghasilan rendah di Kabupaten Nias telah menerima manfaat program BPBL. Program ini menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan energi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya berharap upaya menjaga sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan dapat menjadi fondasi penguatan pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan,” ujar Wapres Gibran.
Dalam kesempatan yang sama, jajaran PLN memaparkan kondisi sistem kelistrikan Kepulauan Nias, termasuk rencana penguatan pasokan melalui pembangunan PLTMG Gunungsitoli. Pembangkit ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Menutup rangkaian kegiatan, Wapres menyambangi Gereja BNKP Petrus Ombulata di Kota Gunungsitoli guna memastikan kesiapan pasokan listrik menjelang perayaan Natal. Keandalan listrik diharapkan menghadirkan rasa aman, nyaman, dan khidmat bagi umat dalam menjalankan ibadah.
Sementara itu, GM PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemerataan energi di wilayah kepulauan. Menurutnya, BPBL merupakan wujud kepedulian nyata dari pemerintah. Melalui kehadiran Listrik, aktivitas ekonomi akan terbangun dan memperkuat kohesi sosial masyarakat.
“Listrik adalah fondasi peradaban modern. Melalui BPBL dan penguatan pembangkit di Nias, kami optimistis masyarakat kepulauan dapat tumbuh sejajar, mandiri, dan berdaya saing,” ungkap Mundhakir.
Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN, program BPBL di Nias menjadi cermin nyata kehadiran negara untuk menghadirkan terang, harapan, dan masa depan yang lebih inklusif bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia.
sumber | RELIS

