Kelompok Mahasiswa Desak Bupati Langkat Robohkan Diskotik Blue Night, Warga: Kenapa Diskotik SS tak Disebut?

topmetro.news, Langkat – Sekelompok aktivis mahasiswa melakukan aksi demo ke Kantor Bupati Langkat, Senin (5/1/2026), sekira pukul 14.30 WIB. Kelompok mahasiswa ini membawa isu operasional Diskotik Blue Night yang berlokasi di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat.

Anehnya, bersama puluhan mahasiswa ini, terlihat sebahagian besar peserta aksi yang masih di bawah umur berbaur, sembari berupaya menyembunyikan wajahnya dari sorotan kamera wartawan yang meliput aksi.

Dalam orasinya, kelompok mahasiswa ini mendesak agar Bupati Langkat segera merobohkan bangunan Diskotik Blue Night. Mereka beralasan, jika Tempat Hiburan Malam (THM) tersebut beroperasi tidak mengantongi izin. Bahkan, kelompok ini melempar isu dan menuding diskotik tersebut merupakan sumber peredaran narkoba dan disebut pernah ada pengunjung yang tewas akibat over dosis di diskotik tersebut.

Kelompok mahasiswa yang tidak diketahui nama aliansinya ini, ngotot ingin bertemu dengan Bupati Langkat H Syah Afandin.

“Kami tidak butuh perwakilan dari kepala dinas mana pun. Kami hanya ingin ditemui oleh Bupati Langkat langsung,” teriak orator di hadapan Kasat Pol PP Dameka Singarimbun dan Kadis PUTR Khairul Azmi yang hadir mewakili Bupati Langkat.

Aksi yang dikawal puluhan personil polisi dari Polres Langkat di bawah komando Kabag Ops Kompol Rahman ini, dan personil Sat Pol PP Kabupaten Langkat ini berlangsung aman.

Tak lama berselang, Kadis PUTR Khairul Azmi menghubungi Bupati Langkat H Syah Afandin SH melalui Video Call WhatsApp untuk berbicara dengan orator kelompok mahasiswa.

Dalam dialog yang disampaikan Bupati Langkat menyampaikan, bahwa pihaknya memaklumi keresahan para mahasiswa yang melakukan aksi. Namun, pihaknya tidak bisa mengambil sikap sendiri dan harus melibatkan pihak Pemprov Sumut.

“Kalau diskotik itu beroperasi tanpa izin, ya tidak masalah kalau ditutup. Tapi saya tidak bisa melakukannya sendiri. Karena itu merupakan kewenangan Pemprov Sumut dan Forkopimda Sumut lainnya. Jadi, jangan desak-desak saya untuk sesegera mungkin menutup atau membongkar bangunan diskotik itu. Kalian juga harus faham. Polda Sumut, Kodam, dan Forkopimda Sumut lainnya,” ujar Bupati.

Tak Minta Tutup Diskotik SS

Aksi kelompok mahasiswa yang menuntut dan mendesak Pemkab Langkat segera membongkar bangunan Diskotik Blue Night ini, juga mendapat kritikan tajam dari masyarakat Stabat.

Bahkan, beberapa warga terdengar menyelutuk bahwa aksi yang dilakukan sekolompok orang dengan mengatasnamakan mahasiswa ini, dinilai tidak murni menyuarakan aspirasinya untuk mendesak pembongkaran THM Diskotik Blue Night.

Bahkan, warga menduga kelompok mahasiswa ini diduga merupakan kelompok mahasiswa pesanan pihak pengelola diskotik yang saat ini tidak bisa beroperasi lagi, karena sudah dua kali bangunannya dibongkar oleh Tim Gabungan Pemprov Sumut.

Anehnya, masih kata warga, kenapa kelompok mahasiswa ini hanya meributi Diskotik Blue Night? Padahal di sekitar Kota Binjai yang jaraknya tidak jauh dari Diskotik Blue Night, ada lokasi THM lainnya yang juga masih beroperasi tanpa izin.

“Kalau aksinya murni sebagai tuntutan mahasiswa yang benar-benar menolak keberadaan diskotik karena dinilai tempat beredarnya narkoba, kita acungi jempol. Tapi anehnya, ada THM lainnya yakni Diskotik Samudra Selatan atau dikenal dengan nama Diskotik SS, kok gak didesak ditutup dan bangunannya dibongkar? Ada apa sebenarnya?” ujar warga sembari menikmati kopi di sekitar lokasi aksi.

Warga menduga, aksi yang dilakukan kelompok mahasiswa dan mendesak agar bangunan Diskotik Blue Night dibongkar sesegera mungkin tersebut, diduga karena adanya kecemburuan sosial operasional THM.

“Yah, kayaknya diduga lebih kental karena adanya persaingan usaha Tempat Hiburan Malam aja,” ujar warga.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment