topmetro.news, Langkat – Kelompok geng motor pelaku penganiayaan kepada seorang pelajar SMA sebut saja bernama Alam (nama samaran), yang terjadi pada Sabtu (17/5/2025) sekira pukul 01.00 dinihari lalu, di Jalan Lintas Batang Serangan Pasar VI Desa Tebing Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang, Langkat, hingga kini masih belum terungkap.
Akibat dari penganiayaan brutal para geng motor yang mayoritas terdiri dari remaja putus sekolah tersebut, mengakibatkan bola mata sebelah kiri korban, terlepas dan mengalami kebutaan (cacat seumur hidup).
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Langkat Ipda Ester, saat dikonfirmasi terkait tindak lanjut pengungkapan laporan kasus tersebut, mengatakan bahwa hambatannya karena korban dan rekannya tidak mengenali para pelaku. Sementara di sekitar lokasi awal para geng motor tersebut datang, hingga di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ada CCTV untuk menjadi petunjuk awal.
“Iya Bang. Kita masih belum berhasil mengungkap para pelakunya. Apalagi, korban dan rekannya tidak mengenal siapa saja para pelakunya. Tapi penyidik kita masih terus bekerja. Kita sudah melakukan olah TKP, dan memang mengalami kesulitan karena kurangnya petunjuk dari saksi-saksi dan korban sendiri terkait pelakunya. Percayalah, kami masih terus berusaha untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya, Kamis (14/1/2026) kemarin.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Sawit Sebrang resah dengan keberadaan geng motor yang kerap membuat warga tidak nyaman berada di kampungnya sendiri. Selain sering menggeber gas sepeda motor menggunakan knalpot brong, para geng motor ini juga kerap membawa senjata tajam dan juga sangat sadis.
Menurut keterangan korban, peristiwa ini berawal saat dirinya bersama teman-temannya sedang duduk di Masjid Al Mu’min di Dusun 1 Sumur Bor. Peristiwa ini terjadi, Sabtu (17/5/2025), sekira pukul 01.00 dinihari lalu.
Tiba-tiba, datang dua pasang pengendara sepeda motor masing-masing berboncengan, sembari menggeber-geberkan gas sepeda motornya yang menggunakan knalpot brong.
Merasa terusik dan tidak terima kampungnya dimasuki geng motor, lantas korban dan seorang rekannya coba mengejar kawanan geng motor tersebut.
Namun, ternyata di suatu tempat, kawanan geng motor itu ternyata sudah menunggu dan mempersiapkan diri dengan senjata tajam. Mengetahui hal itu, korban langsung coba menghindar dan malah terbalik, korban yang dikejar kawanan geng motor tersebut.
Namun, saat di Pasar VI Desa Tebing Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang, sepeda motor korban terjatuh. Langsung saja kawanan geng motor tersebut melakukan pengeroyokan. Korban yang terjatuh dipukuli dan dihantam dengan batu persis di bagian mata kirinya. Sehingga biji bola matanya sebelah kiri, terlepas dari kelopak matanya.
Sementara temen-teman korban yang datang bermaksud untuk menolong, juga menjadi korban sasaran perbuatan sadis kelompok geng motor tersebut.
“Saat saya terjatuh itu, mereka mengeroyok saya dengan cara memukuli pakai tangan dan batu. Saat saya merasa kesakitan pada mata saya, saat saya meraba, ternyata bola mata saya sudah menggantung,” ujar korban yang ditemani orangtuanya Massuwy Agustiono, Senin (7/8/2025) lalu saat berada di Polres Langkat.
Akibatnya, saat ini mata kiri korban tidak memiliki bola mata lagi alias cacat seumur hidup. Kemudian korban didampingi ayahnya melaporkan peristiwa itu ke Unit PPA Polres Langkat, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/325/V/2025/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT tertanggal 21 Mei 2025.
Ayah korban, Massuwy Agustiono, berharap agar kiranya polisi segera menangkap para pelaku yang nama dan identitasnya sudah disebutkan kepada penyidik Unit PPA.
reporter | Rudy Hartono

