Terkait Tewasnya Pengunjung di THM Blue Night, Pengurus THM: Mereka Datang Sudah Dalam Keadaan Mabuk

topmetro.news, Langkat – Tewasnya Chores Oktapianis Tarigan (25) warga Dusun III Desa Purwobinangun Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat yang diduga akibat overdosis di Diskotek Blue Night, pada Sabtu (17/01/2026) sekira pukul 04.00 WIB, menjadi perhatian publik.

Apalagi, korban juga disebut-sebut merupakan keluarga dari salah seorang oknum polisi yang bertugas di Polda Sumut.

Namun, informasi terkait tewasnya korban yang disebut-sebut diduga karena mengalami overdosis di Tempat Hiburan Malam (THM) Blue Night tersebut, dibantah oleh salah seorang pengurus THM tersebut.

“Sebelumnya kami luruskan. Bukan kami mau menutup-nutupi peristiwa itu. Sebelumnya kami jelaskan, bahwa kami sebelumnya juga terkejut dengan kedatangan dari mereka, yang memang sudah dalam keadaan mabuk. Kita gak tau mereka entah minum apa, Bang sebelumnya. Cuma, tiba-tiba mereka ada duduk di belakang, tepatnya di lokasi parkiran dengan kondisi rame-rame buat menolong almarhum. Begitu juga dengan rekan kita di lokasi yang coba menolong almarhum,” kata salah seorang pengurus THM yang enggan disebutkan namanya dalam pemberitaan, melalui WhatsApp, Senin (19/1/2026) sore.

“Maaf Bang, bukan mau menutup-nutupi atau membela tempat usaha kita. Tapi itu lah yang terjadi. Kami juga sudah pasrah dengan berita-berita yang akan timbul akibat peristiwa ini. Tapi yang jelas, korban dan rekan-rekannya datang sudah dalam kondisi mabuk,” katanya, sembari meminta awak media agar jangan mendiskreditkan THM Blue Night sebagai penyebab tewasnya korban yang disebut-sebut akibat overdosis.

“Kita tidak tau apa yang korban konsumsi sebelum datang ke Blue Night,” tandasnya.

Korban tidak Pernah Dugem

Sementara itu, sumber informasi dari pihak yang dekat dengan korban kepada media ini menyebutkan, bahwa informasi yang beredar di berbagai media terkait meninggalnya korban diakibatkan over dosis karena narkoba, tidak benar.

Menurut sumber yang juga enggan disebutkan namanya dalam pemberitaan, kepada topmetro.news di Binjai, Senin (19/1/2026) malam, meluruskan, bahwa korban selama ini dikenal rajin beribadah di gereja dan tidak pernah menyentuh narkoba jenis apa pun.

“Sekedar meluruskan, memang korban tidak sadarkan diri di lokasi dekat parkiran THM itu. Tapi korban bukannya mengkonsumsi inex. Sebenarnya, kami sudah melarang untuk ikut, melihat kondisinya yang sudah mulai mabuk karena alkohol. Tapi, korban tetap ingin ikut kami untuk melihat situasi lokasi THM. Jadi, tidak benar adanya busa keluar dari mulutnya. Tapi korban sempat muntah dan mulutnya nemang berbau alkohol. Jujur, korban tidak pernah ke dunia hiburan malam atau dugem,” jelasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, korban Chores Oktpianis Tarigan sebelum dinyatakan tewas, korban disebutkan terduduk sempat tak sadarkan diri, serta mulut mengeluarkan busa saat berada di dalam Diskotek Blue Night, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Sei Bingai AKP Endramawan Sitepu.

“Kami mendapat informasi seperti itu. Kemudian selanjutnya personel piket Polsek Sei Bingai untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi rumah korban di Dusun III Desa Purwobinangun Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat,” kata Endramawan, Minggu (18/1/2026).

Dikisahkan, semula pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, korban bersama teman-temannya sedang menghadiri acara pesta ulang tahun yang lokasinya berada di samping rumah korban. Di sana korban dan teman-temannya mengkonsumsi minuman keras merek Anggur Merah.

Sekitar pukul 02.00 WIB, korban dan teman-teman pergi ke THM untuk melanjutkan acara pesta ulang tahun tersebut.

“Korban dan teman-temannya pergi ke Lokasi Tempat Hiburan Malam (THM) Blue Night. Setibanya di THM itu, korban dan rekan-rekannya kembali mengkonsumsi minuman keras merek Soju hingga sekitar pukul 04.00 WIB,” sambungnya.

Saat itu, teman korban sempat melihat korban dalam posisi terduduk dan berdiam diri. Saat dicek teman korban, ternyata dari mulut korban sudah mengeluarkan cairan diduga sisa muntahan karena alkohol, bukan berbusa seperti pemberitaan sebelumnya.

“Teman korban langsung memanggil teman-temannya yang lain dan langsung membawa korban ke Klinik Basana yang beralamat di Dusun Pasar Pinter Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingai,” kata Endramawan.

Setibanya di Klinik Basana, petugas medis klinik langsung menyarankan untuk segera membawa korban ke RSUD Djoelham Binjai.

“Sekira pukul 04.30 WIB korban tiba di RSUD Djoelham Binjai dalam keadaan tidak sadarkan diri, namun masih bernafas. Kemudian langsung di tangani oleh tim medis RSUD Djoelham Binjai,” ucap Endramawan.

Sekira pukul 05.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Djoelham. Selanjutnya pada pukul 06.00 WIB, korban dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Dusun III, Desa Purwobinangun Kecamatan Sei Bingai.

“Pihak keluarga korban tidak keberatan dengan kejadian ini, dan sudah membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan autopsi,” tambahnya.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment