Diduga Korupsi Anggaran Pupuk dan Gelapkan Bibit Varietas Unggulan, Dirut PT SGN Diminta Copot GM PGKM dan Manager Tananam

topmetro.news, Langkat – Kendati PT. Sinergi Gula Nusantara (SGN) pada tahun 2025 telah menginstruksikan seluruh perkebunan PTPN Group mewajibkan menanam tebu dengan varietas bibit unggulan baru yakni SGN-01, namun pada pelaksanaannya instruksi dari PT. SGN ini seolah tidak diindahkan General Manager Pabrik Gula Kwala Madu (GM PGKM) dan Manager Tanaman PKGM.

Pasalnya, mayoritas tanaman tebu yang dipanen kendati disebut-sebut tidak cukup usia panen, kondisinya kurus seperti tebu stunting dan kekurangan pupuk. Bahkan, untuk mengelabui pimpinan, pinggiran perkebunan tebu wilayah PKGM di perkebunan Secanggang dan Kwala Bingai, terlihat sehat dan bersih. Namun, di area dalam lahan perkebunan tebu tersebut, lebih banyak ditumbuhi ilalang dan rumput liar (foto). Tanaman tebu yang tumbuh seperti hidup segan mati tak mau tersebut, diduga tidak menggunakan varietas bibit unggulan SGN-01.

Padahal, untuk meningkatkan produksi tabu, PT. SGN telah menerapkan penggunaan bibit varietas unggulan tersebut di seluruh perkebunan PTPN Group. Sebab varietas SGN-01 memiliki karakteristik varietas masak tengah lambat (MTL). Bibit varietas SGN-01 memiliki potensi produktivitas (protas) tinggi, mencapai 120 ton/ha dengan potensi rendemen di atas 10 persen.

SGN-01 ini diklaim adaptif terhadap tipe iklim C3, serta cocok ditanam di lahan bertekstur berat (Aluvial) maupun lahan ringan (Regosol). Bibit SGN-01 juga dinilai adaptif terhadap tipe iklim C3, baik di lahan bertekstur berat jenis Aluvial maupun lahan ringan jenis Regosol. Dengan karakter ini, varietas SGN- 01 memiliki prospek untuk dikembangkan secara lebih luas, tak hanya di Jawa Timur tetapi juga di wilayah-wilayah lain dengan agroekologi serupa seperti di Sumatera Utara

Informasi yang diterima Topmetro.News, dari laman resmi PT.SGN, menyebutkan, bahwa laboratorium kultur jaringan PT SGN telah menyiapkan program perbanyakan benih untuk memenuhi kebutuhan Musim Tanam 2025/2026 dan 2026/2027. Namun di wilayah Perkebunan Kwala Madu, sepertinya penggunaan bibit varietas unggulan SGN-01, sama sekali tidak diterapkan.

Diduga PKGM terus mengadopsi cara-cara lama, yakni tidak melakukan penanaman tebu baru jenis bibit unggulan. Melainkan hanya mengharapkan tebu tumbuh dari bonggol batang yang lama, khususnya di area lahan bagian dalam.

Berbeda dengan tanaman tebu di area bagian luar lahan, tebu terlihat sehat dan bersih. Namun cara tanam seperti itu dimaksudkan untuk mengelabui pemerintah melalui Dirut PT. SGN Pusat, Mahmudi.

Sementara itu, varietas unggulan PTPN lainnya selain SGN-01, kelompok usaha PTPN (Holding Perkebunan Nusantara) yang fokus pada program swasembada gula nasional, juga fokus pada beberapa varietas unggul konvensional dan hasil penelitian yang umum digunakan untuk meningkatkan swasembada gula, seperti PS-862 dan PS-881: Varietas yang digunakan dengan kinerja baik, Bululawang dan Kidang Kencana varietas yang dikenal produktif.

Dengan kuatnya indikasi permainan pupuk dan penggelapan anggaran pengadaan bibit varietas unggulan ini, desakan masyarakat kepada Dirut PT SGN Mahmudi untuk segera mencopot dan menon-aktifkan General Manager PGKM Affandy dan Manager Tanaman Bayu. Kedua pejabat yang duduk di kursi empuk PT SGN itu diduga kuat tidak profesional dalam menjalankan tanggung jawab kinerjanya. Dimana, kedua pejabat perkebunan ini diduga dengan sengaja memanen tanaman tebu yang masih belum cukup umur untuk digiling, karena untuk menutupi aib hasil panen tebu stunting.

reporter| Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment