topmetro.news, Medan – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara 1, Kombes Pol (P) Dr Maruli Siahaan SH MH, menggelar kegiatan reses bersama masyarakat di Wisma Jaya Puri, Jalan Sei Mencirim, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Minggu (28/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) Punguan Marga di Kota Medan. Tercatat sebanyak 95 marga terkonfirmasi hadir, masing-masing diwakili oleh pengurus BPH. Kehadiran para tokoh adat dan perwakilan marga-marga ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengawal pembangunan serta memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Dr Maruli Siahaan menyampaikan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPR RI untuk mendengar langsung suara masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran marga dan tokoh adat sangat strategis dalam menjaga nilai budaya, memperkuat persatuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
“Partisipasi 95 marga hari ini adalah kekuatan besar bagi Sumatera Utara. Aspirasi yang disampaikan bukan hanya soal kepentingan kelompok, tetapi menyangkut masa depan sosial, budaya, dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Semua masukan ini akan saya rangkum menjadi laporan resmi untuk diperjuangkan dalam sidang-sidang DPR RI,” ujar Dr Maruli Siahaan.
Berbagai aspirasi disampaikan dalam dialog terbuka tersebut, mulai dari pelestarian budaya Batak dan penguatan peran lembaga adat, peningkatan akses permodalan bagi pelaku UMKM, penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda, hingga persoalan sosial kemasyarakatan dan kepastian hukum. Masyarakat juga berharap adanya perhatian lebih terhadap program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dan dukungan terhadap kegiatan sosial-keagamaan.
Dr Maruli Siahaan menambahkan bahwa sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, ia memiliki komitmen kuat untuk mendorong kebijakan hukum yang adil dan humanis, termasuk memastikan akses keadilan yang merata bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Kita harus memastikan pembangunan tidak meninggalkan akar budaya dan nilai kearifan lokal. Identitas marga adalah kekuatan sosial yang harus diberdayakan untuk memperkuat persatuan dan kemajuan daerah,” tegasnya.
Kegiatan reses ini ditutup dengan sesi dialog dan foto bersama, sebagai simbol komitmen bersama antara wakil rakyat dan elemen masyarakat adat dalam memperjuangkan aspirasi Sumatera Utara di tingkat nasional.
sumber | RELIS

