topmetro.news, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melantik ratusan pejabat struktural Eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintahu Provinsi Sumatera Utara, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (9/3/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Bobby melantik 11 pejabat Eselon II, 117 pejabat Eselon III dan 118 pejabat Eselon IV untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut.
Pada arahannya, Bobby menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah untuk memperkuat soliditas birokrasi dalam menjalankan program pembangunan di Sumut.
Menurutnya, diskusi dan kerja di pemerintahan tidak boleh hanya berhenti pada pembahasan program ataupun visi misi, tetapi harus berfokus pada bagaimana program tersebut benar-benar dijalankan dan memberi dampak bagi masyarakat.
“Pembicaraan dan diskusi yang dilakukan janganh hanya soal program atau visi misi, tetapi bagaimana menjalankan dan mengeksekusi program-program tersebut,” tegas Bobby.
Ia juga menekankan pentingnya kekompakan di setiap struktur organisasi. Setiap pejabat diminta menjaga soliditas dan sinergi di dalam OPD masing-masing agar program pemerintah berjalan efektif.
“Kekompakan di masing-masing struktur harus dijaga. Jangan sampai di dalam OPD justru terjadi perpecahan. Semua harus bekerja sebagai satu tim,” ujarnya.
Bobby juga menyinggung peran strategis Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Inovasi Daerah (Baperida) sebagai salah satu penentu arah pembangunan Sumut. Menurutnya, perencanaan pembangunan harus jelas, terukur dan memiliki target waktu.
Ia mengibaratkan pembangunan seperti perjalanan dari Medan menuju Berastagi yang harus memiliki jalur jelas, ukuran jalan yang tepat, hingga perkiraan waktu tempuh yang pasti.
“Pembangunan itu seperti perjalanan dari Medan ke Berastagi. Jalannya harus jelas, belokannya berapa, lebarnya cukup atau tidak, dan kapan kita sampai di tujuan. Semua harus terukur,” kata Bobby.
Namun demikian, ia tetap membuka ruang inovasi bagi setiap OPD untuk berkreasi dan memberikan gagasan dalam mencapai target pembangunan daerah.
Gubernur juga meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja dengan target yang jelas, terukur dan memiliki batas waktu. Jika dalam pelaksanaannya ditemukan kendala atau target yang tidak tepat, maka evaluasi harus segera dilakukan.
“Yang penting kita punya tujuan, punya target dan punya batas waktu untuk mencapainya. Kalau ada yang kurang tepat, silakan diperbaiki cara kerjanya,” ucapnya.
Di akhir arahannya, Bobby mengingatkan bahwa jabatan yang diemban adalah amanah untuk melayani masyarakat. Karena itu, seluruh pejabat diminta bekerja maksimal dan menunjukkan kinerja nyata bagi masyarakat Sumut.
penulis | Erris JN

