topmetro.news, Medan – Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Medan Ustadz Dr H Hasan Matsum MAg berharap, agar persoalan tata kota, khusus terkait pedagang daging babi, bisa tuntas tanpa masalah.
Hal itu ia sampaikan saat mengikuti FGD (Forum Grup Diskusi) yang digelar Pemko Medan, di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (10/3/2026), mulai pukul 14.00 WIB. Topik FGD adalah, ‘Penataan Lokasi Pengelolaan Limbah dan Penjualan Daging di Wilayah Kota Medan’.
Sebelumnya ia mengaku bahagia, karena semua yang hadir sepakat, agar Kota Medan bisa tertata dengan baik. “Yang namanya kota modern pasti ramah heterogen. Dan yang namanya kota modern harus ada tata ruang. Dan tentu butuh waktu untuk mendapatkan hasil yang baik. Tentu dengan menghimpun banyak masukan,” ujarnya.
Ustadz Dr Hasan Matsum melihat, bahwa dari semua bahasa yang muncul dalam FGD, semuanya sepakat dan mengarah, agar Kota Medan tertata dengan baik. “Untuk itu tentu, konsep yang kita sepakati ini adalah menata kota modern. Oleh karena itulah, saya tetap berpikiran, yang namanya kota modern itu pasti sangat heterogen. Itu pasti. Apa pun itu heterogennya. Agama, budaya, suku, itu wajib ramah hetrogen,” ujarnya.
Sehubungan dengan itu, lanjutnya, bahwa tuntutan kota modern adalah soal tata ruang. “Wajib ada tata ruang. Itulah tadi kata Pak Sekda, perlu kita memberikan masukan-masukan, sekaitan dengan tata ruang kota,” ujarnya.
Dia pun menilai, bahwa untuk mewujudkan itu, perlu waktu. “Oleh karena itulah saya berpikir, ini tidak bisa cepat. Perlu waktu, memanggil para pihak untuk memberikan kontribusi pikiran, sehingga nanti yang kita wujudkan, hasil pemikiran dari tokoh-tokoh kita ini. Kalau juga akhirnya menimbulkan polemik, malu kita Pak. Izin saya Pak. Kita doktor, kita S2, S3 di sini, ternyata hasilnya polemik. Kan malu kita ini,” sebut Ustadz.
Tuntas
Sehingga Hasan Matsum berkeinginan, agar persoalan ini bisa tuntas. “Saya dari MUI ingin betul-betul kita menuntaskan ini. Saya ingin ini tuntas tanpa masalah,” katanya seraya menyebut slogan salah satu BUMN, yaitu, ‘Menyelesaikan masalah tanpa masalah’.
“Jadi kita menyelesaikan masalah tanpa masalah. Itu harapan saya. Nah oleh karena itulah, kepada kita semua, saya berharap ini tidak cepat-cepat kita tuntaskan, tetapi kita ikuti prosesnya dengan menghimpun berbagai padangan, berbagai masukan, yang ada, baik dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pedagang, dan lainnya,” sambung Ketua MUI Medan ini,
“Dan saya juga sepakat, kalau bisa kita tata semua, sebagaimana kata Bang Sanggam tadi, bagus. Tapi kalau tidak, apa yang tidak dapat kita tuntaskan semua, jangan tinggalkan seluruhnya. Apa yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan. Apa yang bisa kita tata, kita tata. Pelan-pelan. Untuk menata kota ini, tidak bisa ‘all in one’,” tutup H Hasan Matsum.
FGD itu sendiri berlangsung lancar dipimpin Sekda Medan Ir Wiriya Alrahman MM beserta Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen SH SIK MIKom. Hadir para camat dan pejabat jajaran Pemko Medan.
Hadir juga para tokoh masyarakat Sumatera Utara, seperti, RE Nainggolan, Sanggam SH Bakkara, Lamsiang Sitompul SH MH (Ketum DPP Horas Bangso Batak), Boydo Panjaitan (Ketua GAMKI Medan), Dr Dra Mumiati MSi (Ketua Umum KKDBI), Heri Ginting (Ketum GPBI), dan Dedy Mauritz W Simanjuntak MACE MTh (Ketua MUKI).
Ada juga pengurus Forum Kerukunan Umat Berägama (FKUB) Medan serta akadamisi, yaitu, Prof Dr Ningrurm Natasya Sirait SH MLI dan Dr Drs Irfan MSi (Ketua Prograrn Antropologi Sosial). Beberapa pedagang dan peternak juga hadir.
reporter | Raja P Simbolon

