Anak Tewas dengan Luka Tembak di Mata Kiri, Guru Lapor ke Polda Sumut dan Desak Polisi Ungkap Pelaku

topmetro.news, medan  – Seorang guru bernama Ika Indah Sari (38), warga Kecamatan Medan Labuhan, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Utara, Rabu (22/7/2026) malam. Kedatangannya untuk melaporkan kematian tragis putra sulungnya, DA (17), yang diduga menjadi korban tembakan saat berada di lokasi bentrokan di kawasan Medan Labuhan.

Dengan mata berkaca-kaca, Ika meminta kepolisian mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa pelajar kelas III SMA tersebut.

“Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Jangan sampai anak saya meninggal sia-sia,” ujar Ika di depan SPKT Polda Sumut.

Menurut penuturannya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Ia mendapat kabar dari teman anaknya bahwa DA mengalami luka serius setelah terjatuh dan telah dibawa ke RS Delima, Jalan Yos Sudarso, Medan.

Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Dari hasil pengamatan keluarga, korban mengalami luka tembak di bagian mata kiri, luka di kepala, serta sejumlah luka pada bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan keterangan rekan korban, saat itu mereka melintas menggunakan sepeda motor di kawasan terowongan Jalan Tol, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Di lokasi tersebut diduga sedang terjadi bentrokan antar kelompok organisasi masyarakat (ormas).

Korban bersama temannya sempat berhenti untuk melihat kejadian tersebut. Tidak lama kemudian, korban tiba-tiba terjatuh dengan kondisi wajah berlumuran darah sebelum akhirnya dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban maupun asal tembakan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Keluarga berharap aparat segera mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut serta menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Penulis | Erris/ ril 

Related posts

Leave a Comment