Gubsu : Pemda Harus Bersinergi Rumuskan Rencana Pembangunan

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu),Ir.HT.Erry Nuradi, MSi menegaskan, antar pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat harus bahu membahu dalam melaksanakan program kerja pembangunan dengan melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing

Selain itu juga Gubsu meminta Pemerintah Kabupaten/Kota harus bersinergi dan saling dukung dalam merumuskan rencana pembangunan strategis.

Harapan itu dikemukakan Gubsu Erry Nuradi bersama Wagubsu Brigjen (Purn) Hj. Nurazijah Marpaung, SH, MH dihadapan 12 kabupaten/kota saat membuka kegiatan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumut tahun 2018 Zona I Wilayah Pantai Timur, dengan tema Sinergi Pembangunan dalam Memicu Pertumbuhan Inklusif yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing menuju Sumut Sejahtera di Hotel Grand Mercure Maha Cipta kemarin.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Sumut H.Wagirin dan anggota DPRD,Bupati/Walikota se-Sumut, Kasubbid Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II Kemendagri, para SKPD di lingkungan Pemprovsu, BUMD, Kepala Bappeda se-Sumut, narasumber Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provsu Arif Budi Santoso dan Badan Pusat Statistik serta undangan lainnya.

lebih lanjut Gubsu Erry menjelaskan, sasaran prioritas pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018 menitikberatkan pada 10 program prioritas nasional yakni pendidikan, kesehatan, perumahan dan pemukiman, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, ketahanan energi, ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur, konektivitas dan kemaritiman, pembangunan wilayah serta politik, hukum, pertahanan dan keamanan.

Dari 10 program pritoritas, ada 3 program prioritas utama yang perlu mendapat perhatian lebih (highlight) yakni pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas guru, penyediaan air minum dan sanitasi serta pengembangan 3 kawasan pariwisata (Danau Toba salah satu diantaranya). Dan isu strategis utama yang menjadi mainstream bertumpu pada revolusi mental, kesetaraan gender, perubahan iklim dan tata elola pemerintahan yang baik.

Mencermati 10 prioritas pembangunan nasional, Pemerintah Provsu pada tahun 2018 akan mensinergikan kepada 9 prioritas pembangunan dengan titik fokus pada program prioritas, antara lain pertama, peningkatan aksessibilitas dan kualitas pembangunan, peningkatan aksessibilitas dan pelayanan kesehatan, kedua, peningkatan infrastruktur dan pengembangan kawasan wilayah mendukung daya saing perekonomian, pengembangan kawasan perdesaan dan perkotaan, dengan pendekatan kewilayahan agropolitan dataran tinggi bukit barisan.

Kemudian, keempat, peningkatan daya saing produk pertanian, perikanan, peternakan melalui hilirasi industry pertanian, perkebunan yang memberikan nilai tambahan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna, inovasi dan kreatifitas. Kelima, peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi, UMKM, industry rumah tangga, agribisnis dan pengembangan pasar radisional, terminal agribisnis dan pasar induk. Keenam, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui dorongan penciptaan lapangan kerja dan pengusaha pemula.

Ketujuh, peningkatan taraf hidup masyarakat dalam rangka mengurangi kemiskinan, kedelapan, peningkatan dukungan pengembangan KSN Danau Toba sebagai KSPN bertaraf internasional serta terakhir, kesembilan, mendukung dan mendorong kebijakan nasional di daerah,”terangnya.(Zal/TMN)

 13 total views,  1 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment