You are here
Diduga Laporan Fiktif, Kadis Perdagangan Kota Medan Pernah Kembalikan Uang Rp900 Juta Kota Medan 

Diduga Laporan Fiktif, Kadis Perdagangan Kota Medan Pernah Kembalikan Uang Rp900 Juta

topmetro.news – Diduga melakukan laporan fiktif pada proyek pasar murah lebaran pada tahun 2017 lalu, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kota Medan, Syarief Armansyah Lubis terpaksa mengembalikan uang sebesar Rp900 juta ke Kas Pemko Medan.

Pengembalian yang dilakukan sebanyak tiga termin ini dimulai pada bulan Desember 2017 hingga Januari 2018. Armansyah yang bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), diduga telah membuat laporan fiktif atas tiga item sembako seperti telur, gula dan tepung.

“Iya bang, setahu saya yang paling parah di item telur. Seharusnya telur itu lakunya sekitar enam ribu butir, tapi laporannya disuruh buat enam ratus ribu butir telur. Tapi hal itu sempat diketahui oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan sempat tidak menandatangi laporan pertanggungjawaban yang akan dilaporrkan kepada Walikota Medan,” kata salah seorang sumber, pada Senin (9/7/2018) di kantornya di Kawasan Medan Sunggal.

Pria bertubuh besar ini pun meneruskan ceritanya, bahwa saat itu, Bob sapaan akrab Armansyah Lubis sempat diperiksa oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut di kantor Dinas Tata Ruang Dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan.

Dari temuan BPKP tersebut, lanjutnya, Bob diduga telah melakukan laporan fiktif sehingga wajib mengembalikan uang yang ditotal sekitar Rp900 juta.

“Sempat PPTK nya tak mau menandatangani laporan itu, karena dengar kabar Kejaksaan Negeri Medan akan melakukan penyelidikan. Tapi terakhir uang itu dibalikkannya ke kas Pemko Medan, barulah ditandatangani PPTK nya,” terangnya sembari mengatakan mengenal baik mantan Camat Medan Marelan tersebut.

Bukan itu saja, proyek dengan anggaran yang menelan biaya sebesar Rp3,5 miliar yang diadakan di 151 titik di seluruh kecamatan di Kota medan itu pun diduga sarat dengan kolusi. Apa pasal, Bob memperkerjakan adik iparnya bernama Dikky dalam pengadaan plastik di pasar murah tersebut. Untuk pengadaan spanduk dipegang oleh adik kandungnya sendiri bernama Heri Lubis.

Bahkan salah seorang saksi yang diwancarai topmetro.news, sempat bertemu dengan Dikky di kantor Dinas Perdagangan di Jalan Abdul Haris Nasution, Medan, pada tahun lalu.

Proyek KKN

“Ditawarinya aku untuk proyek pengadaan plastik pasar murah itu. Pas kutanya berapa budgetnya, dibilangnya Rp90 juta. Dibilangnya aku cuma butuh keluarkan modal Rp30 juta aja, nanti keuntungannya kita bagi. Tapi aku sangsi, masak modalnya cuma Rp30 juta, makanya kubatalkan,” kata Eer yang merupakan salah satu ketua Ormas di Kecamatan, pada Senin (7/9/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kota Medan, Syarief Armansyah Lubis saat dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak mengangkat, walaupun nada dering panggilnya terdengar. Begitu juga dengan pesan singkat melalui SMS juga tidak dibalas.(TM/TIM)

715 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment