You are here
Duh..!!! Mantan Pejabat Dinsos Ini Kok Diikat di Pohon? Daerah 

Duh..!!! Mantan Pejabat Dinsos Ini Kok Diikat di Pohon?

Topmetro.News – Inilah foto napi diikat di pohon, yang kini beredar luas di media sosial. Foto itu diambil di Rumah Tahanan (Rutan) Wayhui, Lampung Selatan. Diketahui, napi yang diikat di pohon itu bernama Apriyansyah, mantan pejabat Dinsos (Dinas Sosial) Bandarlampung.

Mantan Pejabat Dinsos Punya Utang di Luar Rutan

Sumber yang namanya enggan dituliskan, seperti disiarkan pojoksatu mengatakan, Apriyansyah diikat di tiang karena mempunyai utang di luar Rutan.

Pemberi utang meminta salah satu petugas rutan berinisial J mendesak mantan kepala seksi di Dinsos itu agar segera membayar utangnya.

Petugas rutan kemudian mengikat Apriyansyah di pohon palem dengan harapan bisa segera melunasi utangnya.

“Ya, intimidasinya dengan cara diikat di sebuah pohon palem,” ujar itu, Rabu (4/9/2019).

Ini Penjelasan Kadivas Kanwil

Edi Kurniadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum-HAM Lampung yang dikonfirmasi terkait kasus itu, membenarkannya.

Dia menyebut napi mantan pejabat Dinsos itu diikat di pohon di Rutan Kelas 1A Wayhui, Lampung Selatan.

“Iya benar, tadi saya sudah klarifikasi ke pihak Rutan Wayhui,” ujarnya, Rabu (4/9/2019).

Edi menjelaskan, pihak Rutan melakukan penindakan terhadap Apriyansah karena memiliki ponsel.

“Sesuai aturan, peredaran handphone tidak dibenarkan. Awalnya dia mengelak, tapi kita bisa buktikan kalau Apriyansah ini punya handphone. Sehingga dia dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku,” terangnya.

Mantan pejabat Dinsos
foto | pojoksatu

Bukan Korupsi tapi Penipu

Edi meluruskan napi bernama Apriyansyah bukanlah tahanan kasus tindak pidana korupsi, melainkan kasus penipuan.

“Dia tersandung kasus 378 (penipuan),” jelasnya.

Edi menjelaskan, peristiwa seperti foto yang beredar tak terlepas dari ulah sang napi. Ya, menurut Edi, sipir tersebut merupakan saudara dari korban penipuan yang dilakukan oleh napi tersebut.

Nah jadi sipir ini punya saudara. Saudara dia itu ditipu sama Apriyansah,” tuturnya.

Hanya saja, perlakuan yang dibuat oknum sipir itu memang tidak dibenarkan alias keterlaluan.

baca juga | MALING DITELANJANGI DAN DIIKAT DI POHON?

Seperti diwartakan Topmetro.News sebelumnya berharap agar para penjahat insyaf, seorang maling diikat warga di pohon. Peristiwa itu terjadi di Jalan Medan, Km 5,5, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar ketika menjalankan ibadah sholat Tarawih. Saat itu, seorang pria tak dikenal, nekat hendak memasuki rumah salah seorang warga, Sabtu (2/6/18). Tak pelak lagi, pria itupun akhirnya ditangkap dan dielanjangi, selanjutnya mengikat pria itu di sebuah pohon di sekitar TKP.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekira jam 20.00 WIB. Menurut sejumlah saksi mata, pria berkulit hitam itu mencoba hendak memasuki rumah warga, kebetulan saat itu penghuni rumah, Juriah Silaban sedang sibuk melayani pembeli paket internet di kiosnya.

Jarak kios penjualan paket dengan rumah Juriah Silaban, sekira 20 meter. Diinformasikan, saat itu, selepas melayani pembeli paket internet, Juriah menoleh ke arah rumahnya.

Saat itulah, boru Silaban ini melihat pria itu sedang mengintip, lalu akan memasuki rumahnya. Menyaksikan itu, spontan Juriah berteriak. “Maling, maling,” teriak Juriah berulang-ulang.

Mendengar teriakan, warga sekitarpun berhamburan. Pria itu berhasil ditangkap dan tak berdaya menghadapi “pengadilan jalanan” ala massa. Dia babak belur kena hajar. Pelaku pun selanjutnya diikat di pohon.

reporter | jeremitaran

2.056 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment