Bupati Sergai Paparkan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Hijau dan Pangan Berkelanjutan di KPPD Lemhannas RI

topmetro.news, Jakarta– Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya memaparkan rencana aksi bertajuk “Pengembangan Ekonomi Hijau dan Pangan Berkelanjutan Sergai 2026–2029” dalam rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI. Agenda ini berlangsung di Gedung BPSDM Kemendagri, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Dalam paparannya, Bupati Darma Wijaya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan harus berangkat dari kekuatan lokal yang dimiliki daerah. Ia kemudian memaparkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga pariwisata.

Pada sektor pertanian, Sergai memiliki komoditas andalan berupa padi, padi organik, cabai merah, semangka, bawang merah, serta ubi kayu.

“Luas sawah beririgasi mencapai 29.854 hektare, dengan 6.674,92 hektare berada di bawah kewenangan kabupaten. Kondisi jaringan irigasi juga sangat baik, dengan total 169.924,2 meter atau 88,96 persen berfungsi optimal,” jelas Bang Wiwik, sapaan akrab Bupati.

Untuk sektor peternakan, Darma Wijaya menjelaskan bahwa sejumlah komoditas telah berkembang pesat, seperti sapi, domba, kambing, kerbau, ayam buras, itik, ayam petelur, hingga ayam pedaging. Sementara itu, sektor perkebunan di Sergai meliputi tanaman kelapa, kelapa sawit, kakao, pinang, kemiri, aren, dan karet.

Selain sektor primer, potensi ekonomi kerakyatan juga menjadi kekuatan yang terus dikembangkan. Di Sergai tercatat sebanyak 135.825 pelaku UMKM, 2.231 unit industri kecil menengah (IKM), serta 135 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah beroperasi aktif.

“Pada sektor perikanan, Sergai memiliki budidaya ikan air tawar, budidaya air payau, dan perikanan laut. Sedangkan sektor pariwisata mencakup 19 objek wisata pantai, bahari, dan sungai; dua objek wisata alam seperti ekowisata dan arung jeram; serta sejumlah desa wisata berbasis budaya dan agrowisata,” lanjutnya.

Darma Wijaya menyampaikan bahwa rencana aksi yang disusun mencakup peningkatan produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Selain itu, terdapat agenda konservasi sumber daya alam dan lingkungan, peningkatan nilai tambah serta daya saing daerah, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Seluruh rencana aksi akan dijalankan bersama OPD terkait, yakni Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PUTR, Dinas Perindag, Bappedalitbang, Dinas Nakerkop UKM, serta Dinas Kominfo. Upaya ini ditujukan untuk mewujudkan Kabupaten Sergai yang Mantab: Mandiri, Tangguh, dan Berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai informasi, sehari sebelumnya (17/11/2025), para peserta KPPD termasuk Bupati Sergai menerima materi mengenai konsolidasi rencana aksi dalam penyusunan RKPD dan RAPBD 2026, yang dilanjutkan dengan sesi coaching penyusunan rencana aksi kepala daerah. Materi tersebut dipandu oleh panelis dari Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) dan Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda).

Selanjutnya, para peserta dibagi menjadi dua kelas untuk memaparkan rencana aksinya. Presentasi dilakukan oleh tiga perwakilan peserta dan agenda ditutup oleh Menteri Dalam Negeri serta Gubernur Lemhannas RI.

Reporter | Fani

Related posts

Leave a Comment