topmetro.news, Jakarta – Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas meminta, para kepala desa hingga lurah bisa meminimalisir permasalahan yang terjadi usai pemilihan kepala desa (pilkades) beberapa waktu lalu.
Hal tersebut merespons Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang menyatakan masih adanya permasalahan yang ditinggalkan setelah penyelenggaraan pilkades, salah satunya, yakni rekan kerja yang tidak mendukung calon kepala desa terpilih.
“Maka dari itu di Kementerian Hukum (Kemenkum), sekarang kami lakukan, walaupun di tingkat bawah, kami betul-betul menjalankan meritokrasi,” ucap Supratman dalam acara Peacemaker Justice Award 2025 di Jakarta, pada Rabu (26/11/2025).
Meritokrasi adalah sistem yang memberikan penghargaan, kekuasaan, dan posisi berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kompetensi individu, bukan berdasarkan kekayaan, koneksi, atau status sosial.
Sistem meritokrasi menciptakan pemerintahan yang profesional, efisien, dan adil dengan menempatkan aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, bukan berdasarkan koneksi atau latar belakang.
Tujuannya, yakni meningkatkan kualitas layanan publik, menumbuhkan kepercayaan publik, serta memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Melalui sistem tersebut, kata Menkum, siapa pun bisa membangun suatu instansi, termasuk pula suatu desa, yang terpenting memiliki potensi membangun.
Dengan demikian, ia menyebutkan kompetisi akan lebih sehat karena seseorang dilihat secara objektif, bukan subjektif.
“Saya yakin dengan konsep ini, bapak/ibu kepala desa maupun lurah semua bisa menyelesaikan masalah yang ada di desa,” ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menuturkan jejak pilkades masih menjadi salah satu masalah besar di desa saat ini.
Pasalnya, sambung dia, peserta pilkades yang kalah biasanya menyimpan dendam dalam waktu yang cukup lama dan cenderung tidak mendukung lurah/kepala desa yang terpilih.
Untuk itu, dia berharap adanya kesadaran tersebut dan para kepala desa/lurah terpilih itu bisa mencari formula untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara serius.
“Karena kalau guyub bersatu, maka persoalan-persoalan di desa itu Insyaallah bisa diurai dan dicarikan solusi yang terbaik,” ungkap Yandri.
sumber:antaranews

