Dandim 0204/DS Tinjau Banjir Tanjung Beringin Malam Hari, Tegaskan Komitmen Penanganan Warga dan Dorong Solusi Jangka Panjang

topmetro.news, Sergai – Dandim 0204/Deli Serdang Letkol Arh Agung Pujiantoro SH, turun langsung meninjau kondisi banjir yang kembali melanda Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai (Sergai), Minggu malam (30/11/2025).

Peninjauan malam hari ini dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal dan memastikan warga terdampak mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar secara layak.

Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi, cuaca ekstrem, serta luapan beberapa aliran sungai membuat sejumlah wilayah di Sergai tergenang, termasuk Tanjung Beringin yang menjadi salah satu titik terparah.

Usai melakukan pengecekan debit air di sejumlah titik rawan, Letkol Agung melanjutkan kegiatan dengan berdialog bersama perangkat pemerintah dan unsur TNI–Polri di Bumdes Desa Pekan Tanjung Beringin.

Kehadirannya disambut anggota DPRD Sergai Siti Aisah, Danramil 11/TB Mayor Inf Hairul Hadi SH MH, Camat Tanjung Beringin Nurchinta Depi Tambunan SSi, Wadan Pos TNI AL Bedagai Letda Laut (P) M Tri Wibowo, Wakapolsek Tanjung Beringin Iptu Zulfan Ahmadi, serta Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin Ir Indra Syahputra.

Dalam dialog tersebut, Letkol Agung memaparkan kondisi wilayah teritorial Kodim 0204/DS yang beberapa di antaranya turut terdampak banjir.

“Awalnya banjir terjadi di beberapa titik di Kabupaten Deli Serdang, dan Alhamdulillah sudah bisa tertangani. Untuk Kabupaten Serdang Bedagai, ada sejumlah lokasi yang terdampak seperti Sei Rampah yang mulai surut, sementara di Kecamatan Tanjung Beringin justru debit air semakin naik. Kita berharap kondisi segera membaik,” ungkapnya.

Dandim menegaskan bahwa TNI–Polri, pemerintah kecamatan, dan unsur masyarakat terus bahu-membahu mengevakuasi warga serta memastikan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan terpenuhi.

“Kami sudah tekankan agar seluruh titik pengungsian dipenuhi fasilitas kesehatan dan logistik. Selain itu, kami berkomunikasi dengan Bupati dan Polres untuk menambah kuantitas logistik di wilayah ini,” tegasnya.

“Jika di sini kekurangan perahu karet, kami akan dorong perahu dari wilayah lain. Karena beberapa titik sudah teratasi, bantuan bisa dimaksimalkan di Tanjung Beringin,” tambahnya.

Dalam kesempatan dialog, Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin Ir Indra Syahputra, menyampaikan harapan besar agar persoalan banjir tahunan dapat diselesaikan secara menyeluruh, bukan hanya dalam bentuk bantuan logistik.

Ia mengungkapkan bahwa banjir besar di wilayah tersebut sebenarnya jarang terjadi, namun sejak 2021 hingga 2025 berlangsung setiap tahun.

“Masyarakat bukan hanya mempersoalkan logistik. Kami ingin desa kami terbebas dari banjir tahunan. Dahulu banjir besar itu 20 tahun sekali, tetapi sejak 2021 setiap tahun terjadi banjir. Kami melihat ada kekeliruan dalam normalisasi sungai,” ujar Indra.

Sebagai tindakan cepat dalam penanganan banjir yang kian meluas di Tanjung Beringin, Indra berharap pemkab dapat bermohon kepada pihak Badan Wilayah Sungai (BWS) Provinsi untuk melakukan pengerukan sedimem Sungai Bedagai.

“Jika ini langsung dilakukan dalam tujuh hari pertama, saya rasa banjir di Tanjung Beringin dapat teratasi Pak. Namun jika lewat di hari ke delapan atau sembilan, saat pasang laut besar, saya rasa upaya percepatan sudah terlambat,” jelasnya.

Selain itu, Indra menyoroti posisi geografis Tanjung Beringin yang berada di hilir dan menjadi penampung aliran air dari berbagai wilayah seperti Tebingtinggi, Sei Bamban, hingga Sei Rampah.

Ia juga menyoroti persoalan jalur Pantai Bagan Kuala yang terputus sejak lima tahun lalu. Reklamasi jalur tersebut dinilai penting untuk mengurangi tekanan pasang laut ke Sungai Bedagai.

Menanggapi aspirasi tersebut, Letkol Agung menilai persoalan ini merupakan penanganan jangka panjang yang membutuhkan proses serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak.

“Ini persoalan besar dan jangka panjang sehingga perlu proses. Saya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Bupati. Upaya kepala desa sudah bagus, meski belum ada respon dari Kementerian Kelautan. Kita harus terus melakukan tindak lanjut, mulai dari Kabupaten, Provinsi, hingga ke Pusat,” katanya.

Ia berharap solusi penanganan banjir dapat segera direalisasikan agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak setiap tahunnya.

reporter | Fani

Related posts

Leave a Comment