topmetro.news, Batang Toru – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara mengusung semangat Jum’at Berkah melalui kegiatan kepedulian sosial yang dilaksanakan oleh PLN UP3 Padangsidimpuan berkolaborasi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN, serta Serikat Pekerja (SP) PLN.
Kegiatan ini menyasar wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, insan PLN melaksanakan kegiatan bersih-bersih masjid di Masjid Taqwa Muhammadiyah dan sejumlah masjid di sekitarnya. Selain itu, PLN juga menyalurkan bantuan kelengkapan ibadah berupa Al-Qur’an, sajadah, dan mukena guna mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah pascabencana.
Tidak hanya itu, PLN turut menghadirkan solusi kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan sumur bor untuk penyediaan air bersih di Desa Aek Ngadol, Desa Hutagodang, dan Desa Garoga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kualitas hidup warga yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Manager PLN UP3 Padangsidimpuan, Irham Sofwan, menyampaikan bahwa kegiatan Jum’at Berkah ini merupakan wujud empati dan kepedulian PLN terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu memulihkan sarana ibadah agar dapat kembali digunakan secara layak dan nyaman. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan dukungan moril agar warga tetap semangat menjalani aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari pascabencana,” ujar Irham.
Irham menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan.
“Sinergi YBM PLN, PIKK PLN, dan SP PLN menjadi bukti bahwa insan PLN bergerak bersama, menghadirkan nilai-nilai gotong royong dan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, GM PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari jati diri PLN sebagai BUMN yang hadir di setiap fase kehidupan masyarakat, termasuk pada masa pemulihan pascabencana.
“PLN hadir bukan hanya untuk menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan. Di tengah duka pascabencana, kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki ruang ibadah yang layak, akses air bersih, serta semangat untuk bangkit bersama. Inilah makna sejati kehadiran negara melalui PLN—hadir, peduli, dan memberi solusi,” ujar Mundhakir.
Ia menambahkan bahwa semangat Jum’at Berkah menjadi refleksi nilai kemanusiaan dan gotong royong yang terus dijaga oleh insan PLN di mana pun bertugas.
“Kolaborasi YBM PLN, PIKK PLN, dan SP PLN menunjukkan bahwa energi terbesar PLN bukan hanya listrik, melainkan solidaritas. Kami percaya, pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memulihkan martabat, harapan, dan rasa kebersamaan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Mundhakir, kegiatan ini selaras dengan nilai AKHLAK dan prinsip shared value, di mana keberlanjutan perusahaan tumbuh seiring dengan ketangguhan sosial masyarakat.
“PLN akan terus berjalan bersama masyarakat—menguatkan yang lemah, menyambung yang terputus, dan memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses pemulihan. Dari Batang Toru, kami ingin menegaskan bahwa PLN selalu siap hadir untuk rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Nazir Masjid Taqwa Muhammadiyah, Zulham, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan PLN.
“Bantuan bersih-bersih masjid, perlengkapan ibadah, serta penyediaan air bersih ini sangat berarti bagi kami. Kehadiran PLN memberi semangat baru bagi warga untuk kembali beribadah dengan tenang dan nyaman,” tuturnya.
Melalui kegiatan Jum’at Berkah ini, PLN UID Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik yang andal, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli, tanggap, dan berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan serta pemulihan masyarakat pascabencana.
sumber | RELIS

