Bermaksud Menanyakan Terkait Kepemilikan Dapur SPPG, Malah Berujung Ancaman

topmetro.news, Langkat – Keberadaan dapur SPPG di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, kembali menuai sorotan. Pasalnya, masih banyak dapur SPPG yang diduga belum memenuhi persyaratan terkait pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), khususnya limbah cair dapur massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu dapur SPPG yang selama ini jadi pembicaraan masyarakat sekitar, yakni SPPG yang berlokasi di Asrama Polisi Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Sebab, selain maslah lokasi titik dapurnya di dalam asrama, juga terkait masalah pembuangan limbah cair dapur tersebut, yang terlihat dialirkan ke selokan komplek asrama.

Sehingga, beberapa sumber informasi yang falid (minta dirahasiakan nama dan identitasnya) berharap agar media ini menyoroti pembuangan limbah cair dapur SPPG tersebut. Sebab, limbah cair itu sering menimbulkan bau tidak sedap. Apalagi saat musim penghujan dan air menggenangi komplek.

Dari amatan media ini, terlihat jika ada aliran pembuangan dari dalam bangunan dapur SPPG yang sedang mengalir ke dalam selokan.

Sehingga, media ini coba mencari tau siapa sebenarnya pengelola dapur SPPG tersebut.

Informasi yang diterima media ini, bangunan dapur SPPG tersebut dibangun oleh seorang pengusaha berinisial TM.

Merasa mengenal pengusaha tersebut, media ini coba menanyakan kepada TM, terkait siapa sebenarnya yang mengelola dapur MBG itu.

“Saya yang punya Bang dan saya yang mengelola Bang. Kenapa rupanya? Abang mau beritakan ya. Apa masalahnya?” ujar TM dengan nada yang sedikit tidak bersahabat.

Saat dijelaskan jika adanya keluhan warga terkait aroma limbah SPPG yang dialirkan ke selokan di pemukiman setempat, TM tiba-tiba seperti emosi, dan meminta media ini untuk menyebutkan nama sumber informasi.

“Kalau Abang merasa kita berkawan, tolong kasih tau saya, siapa nama sumber informasi itu,” ujarnya dengan nada semakin tinggi.

Merasa hubungan pertemanan media ini sudah dekat, berupaya untuk menyudahi permasalahannya.

Namun, TM terus berusaha untuk memaksa media ini agar menyebutkan siapa sumber informasinya.

Karena media ini tidak ingin menyebutkan nama sumber informasi, TM semakin emosi dan sempat menawarkan sejumlah uang dengan nilai yang sangat menggiurkan. Dengan syarat, agar media ini menyebutkan nama sumber informasi.

“Biar tau aja. Mereka yang dekat dengan SPPG itu, selalu saya kasih uang. Kita punya penampungan limbahnya. Jadi, tolong Abang sebutkan siapa sumbernya,” ujarnya ketus.

Namun, media ini tetap berpegang teguh dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) untuk tetap merahasiakan nama sumber informasi dengan segala resikonya.

Diduga karena tersulut emosi, TM langsung mengeluarkan kalimat bernada intimidasi dengan mengancam, apabila media ini tidak menyebutkan sumber informasinya, dia tidak segan-segan akan menyuruh oknum TNI untuk mencari keberadaan wartawan media ini.

Mendengar kalimat bernada intimidasi dan ancaman verbal yang dilontarkan TM tersebut, membuat beberapa rekan media ini tidak terima.

reporter | TIM

Related posts

Leave a Comment