ADVENTORIAL
“Bukan Sekadar Kompetisi Paduan Suara, Samosir International Choir Competition Menyatukan Seni, Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”
topmetro.news, Samosir – Ada cara yang berbeda untuk menikmati Danau Toba.
Bukan hanya melalui panorama alamnya, bukan hanya dengan menyusuri perbukitan dan tepian danau, tetapi juga melalui harmoni suara yang menggema di Pulau Samosir.
Suasana itulah yang terasa dalam penyelenggaraan Samosir International Choir Competition (SICC) 2026, yang menjadi salah satu rangkaian utama Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 di Kabupaten Samosir.
Selama beberapa hari, Samosir tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah kompetisi paduan suara. Pulau yang berada di tengah Danau Toba ini menjadi ruang pertemuan para talenta seni vokal, budayawan, pelaku pariwisata, ekonomi kreatif dan masyarakat.
SICC 2026 memperlihatkan satu hal penting: event seni dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat daya tarik destinasi wisata.
Dari Panggung Budaya ke Panggung Nasional
Rangkaian TCCF 2026 resmi dimulai di Water Front City Pangururan, Kamis (24/9/2026).
Pemukulan tagading menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian festival. Nuansa budaya Batak semakin terasa melalui penampilan seni tradisional, termasuk tortor, serta penyambutan para juri dengan penyematan ulos.
Sehari kemudian, suasana festival berlanjut ke panggung kompetisi SICC 2026.
Sebanyak 33 peserta dengan 58 penampilan dan 70 vokal solo mengikuti kompetisi dalam berbagai kategori.
Para peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka membawa karakter, warna dan kekayaan musikal dari daerah masing-masing untuk dipertemukan dalam satu panggung di Samosir.
Dengan demikian, SICC menjadi lebih dari sekadar perlombaan.
Ia menjadi ruang pertukaran pengalaman, kreativitas dan persahabatan antarpeserta dari berbagai daerah.
Empat Negara Hadir Melalui Para Juri Internasional

Salah satu daya tarik SICC 2026 adalah keterlibatan juri dengan pengalaman internasional.
Sebanyak 10 juri terlibat dalam proses penilaian, terdiri dari empat juri internasional dari Latvia, Filipina, Malaysia dan Singapura, serta enam juri nasional.
Kehadiran mereka memberikan perspektif yang lebih luas bagi para peserta.
Bagi peserta, tampil di SICC bukan hanya kesempatan untuk mengejar prestasi. Mereka juga mendapatkan pengalaman berkompetisi dalam sebuah event yang menghadirkan juri dari berbagai latar belakang musik dan paduan suara.
Bagi Samosir, kehadiran para juri internasional sekaligus memperkuat citra bahwa Pulau Samosir mampu menjadi tuan rumah bagi kegiatan seni dan budaya dengan jejaring yang lebih luas.
Ketika Peserta Datang, Ekonomi Kreatif Bergerak
Sebuah event pariwisata tidak berhenti di panggung.
Ketika peserta dan pendamping datang ke sebuah daerah, berbagai aktivitas ekonomi ikut bergerak.
Hotel dan penginapan menjadi tempat beristirahat. Rumah makan melayani kebutuhan konsumsi. Transportasi mengantar peserta dari satu lokasi ke lokasi lain. Pelaku UMKM menawarkan produk lokal. Perajin dan pelaku ekonomi kreatif mendapatkan ruang memperkenalkan karya mereka.
Inilah mata rantai yang ingin dibangun melalui event seperti SICC.
Seni mendatangkan orang, orang menciptakan pergerakan ekonomi, dan pengalaman wisata membawa cerita Samosir lebih jauh.
Karena itu, penyelenggaraan event budaya dan seni dapat menjadi salah satu cara memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat.
Samosir tidak Hanya Menjual Pemandangan

Keindahan Danau Toba memang menjadi modal utama pariwisata Samosir.
Namun, destinasi yang kuat bukan hanya destinasi yang indah untuk dilihat.
Destinasi juga membutuhkan cerita, pengalaman dan aktivitas.
SICC memberikan salah satu bentuk pengalaman tersebut.
Wisatawan yang datang tidak hanya melihat Danau Toba, tetapi juga dapat menyaksikan pertunjukan seni, menikmati kekayaan budaya Batak dan berinteraksi dengan masyarakat serta pelaku ekonomi kreatif.
Inilah yang membuat event menjadi penting dalam pengembangan destinasi.
Samosir memiliki alam.
Samosir memiliki budaya.
Samosir memiliki sejarah.
Samosir memiliki kreativitas masyarakat.
Dan melalui event seperti SICC, seluruh kekuatan tersebut dapat dipertemukan dalam satu pengalaman wisata.
Pesan Menteri Parekraf: Talenta Sumut dan Samosir Layak Mendapat Perhatian Dunia

Dukungan terhadap pengembangan kreativitas dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi terhadap potensi talenta ekonomi kreatif di Sumatera Utara dan Samosir.
Dalam sambutannya, Menteri juga menyebut pertemuannya dengan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom beberapa waktu sebelumnya.
Menurut Menteri, Bupati Samosir telah menyampaikan potensi Samosir yang tidak hanya layak mendapatkan perhatian nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk mendapatkan perhatian dunia.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan penyelenggaraan SICC.
Sebab, pembangunan pariwisata hari ini tidak hanya berbicara tentang jumlah kunjungan. Kualitas event, kreativitas masyarakat dan kemampuan sebuah daerah menciptakan pengalaman menjadi bagian dari daya saing destinasi.
Dari Samosir untuk Indonesia

SICC 2026 ditutup pada 27 September 2026 sekaligus dengan pengumuman para pemenang kompetisi.
Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara menjadi salah satu simbol penghargaan bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi.
Tetapi setelah panggung ditutup, cerita SICC justru dapat terus berjalan.
Para peserta membawa pulang pengalaman mereka selama berada di Samosir. Cerita tentang Danau Toba, budaya Batak, kuliner, masyarakat dan suasana kompetisi akan menjadi bagian dari ingatan mereka.
Cerita-cerita itulah yang kemudian dapat menyebar dari satu daerah ke daerah lainnya. (***)

