Bobby Nasution Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan Usai RSUD Thomsen Nias Diserahkan ke Pemko Gunungsitoli

topmetro.news, GUNUNGSITOLI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pengalihan pengelolaan RSUD dr M Thomsen Nias dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias kepada Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli harus menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Keberlanjutan pelayanan medis, ketersediaan tenaga kesehatan, serta peningkatan fasilitas rumah sakit menjadi perhatian utama dalam proses pengalihan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Pengalihan Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana (P3D) RSUD dr M Thomsen Nias di Aula Gedung RSUD dr M Thomsen Nias, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Gunungsitoli, Kamis (29/10/2026).

Bobby mengatakan, pengalihan pengelolaan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Gunungsitoli. Menurutnya, pemekaran daerah bukan hanya menyangkut pembentukan pemerintahan baru, tetapi juga harus diikuti penyelesaian hak, kewajiban, serta berbagai konsekuensi administratif.

“Hari ini kita sedang menjalankan amanat undang-undang untuk pemekaran. Bukan hanya membentuk pemerintahan yang baru, namun hak-hak lainnya harus dilanjutkan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita yang mencontohkan, siapa lagi?” tegas Bobby.

Gubernur juga menyoroti kemungkinan munculnya dinamika selama proses peralihan, khususnya terkait keberadaan tenaga medis dan dokter spesialis. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pelayanan, termasuk memperhatikan dukungan dan insentif bagi tenaga kesehatan. Bobby menegaskan, jangan sampai proses administrasi dan perpindahan pengelolaan justru mengganggu pelayanan kepada pasien.

Sementara itu, Bupati Nias Ya’atulö Gulö menyampaikan kebanggaannya atas perjalanan panjang RSUD dr M Thomsen Nias yang selama ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama masyarakat Kepulauan Nias. Ia berharap penyerahan pengelolaan kepada Pemko Gunungsitoli menjadi langkah positif dalam penataan administrasi pemerintahan sekaligus mendorong perkembangan rumah sakit.

“Hari ini kami menyerahkan estafet pengelolaan RSUD ini kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan keyakinan penuh bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota, rumah sakit ini akan terus berkembang pesat dan semakin optimal melayani masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menyatakan kesiapan Pemko Gunungsitoli untuk menerima dan mengelola RSUD dr M Thomsen Nias. Pihaknya berkomitmen memastikan masa transisi berjalan baik, mulai dari penataan administrasi, pencatatan aset hingga perpindahan personel. Ia juga berharap dukungan Gubernur Sumut dan Pemprov Sumut dalam meningkatkan fasilitas serta kualitas pelayanan rumah sakit yang melayani masyarakat dari berbagai wilayah Kepulauan Nias tersebut.

Masa transisi pengelolaan RSUD dr M Thomsen Nias dijadwalkan berlangsung selama dua bulan. Dalam periode tersebut, penataan administrasi, pengelolaan dan pemeliharaan aset bernilai ratusan miliar rupiah, serta keberlanjutan pelayanan kesehatan menjadi prioritas. Dengan pengelolaan yang semakin optimal, RSUD dr M Thomsen Nias diharapkan semakin berkembang sebagai rumah sakit rujukan dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, merata, serta berkualitas bagi masyarakat Kepulauan Nias.

penulis | Erris 

Related posts

Leave a Comment