TOPMETRO.NEWS – Mantan calon Walikota Medan Eddie Kesuma mengaku tidak tahu tentang kasus penggelapan dana sebesar Rp 15,3 miliar yang dilakukan oleh terdakwa Ramadhan Pohan terhadap keluarga Sianipar saat memberikan kesaksian diruang Kartika Pengadilan Negeri Medan Kamis (6/4).
Dalam kesaksiannya Eddie menerangkan, kalau kampanye Redi menggunakan
dana pribadi masing-masing.
“Kalau saya kampanye pakai dana sendiri, dan begitu juga dengan terdakwa,” ucap Eddie dihadapan ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik.
Eddie juga mengatakan kalau dirinya tidak pernah menerima dana bantuan
dari luar untuk kepentingan Redi. Menurut Eddie dananya yang dikucurkannya untuk pembiayaan kampanye sudah cukup dan tidak memerlukan bantuan dari luar.
“Kalau untuk kepentingan pilkada Redi, tidak pernah kita meminta bantuan dari luar. Tapi kalau pribadi masing-masing saya gak tahu,” ujar Eddie kembali.
Sementara untuk dana yang dikeluarkan dipertemuan marga Sianipar yang digelar dilapangan Merdeka Medan merupakan dana pribadi Eddie.
“Pakai dana saya sendiri, setahu saya dana saya yang lebih banyak habis dari pada terdakwa,” beber Eddie yang tak mengenal Savita Linda tim sukses
Redi dan tak pernah mengetahui dana yang dipinjamkan terdakwa kepada keluarga Sianipar atau Inang.
Selama persidangan Majelis Hakim sempat menegur Eddie yang menjawab
diluar pertanyaan yang diajukan Majelis Hakim dan JPU.
“Kalau tahu bilang tahu dan kalau tidak tahu jawab tidak tahu, jangan dijawab yang lain-lain,” tegur Erintuah.
Untuk diketahui kasus dugaan penipuan yang dilakukan terdakwa Ramadhan Pohan dan Savita Linda, terhadap Keluarga Sianipar sebesar Rp15,3 miliar, saat menjelang pemilihan calon walikota Medan 2015 lalu.(TM/Sag)

