TOPMETRO.NEWS – Dengan kecepatan tinggi, mobil Toyota Avanza BK 1922 IR dikendarai Dody Afandi (28) warga Jalan Persatuan Komplek Surya Regency, Blok C No.4, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Helvetia, tak terkendali.
Karena diduga sang pengemudi yang ugal-ugalan itu tak mampu mengendalikan laju mobilnya, hingga menabrak seorang ibu beserta anaknya yang masih remaja di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Minggu (9/4).
Ironis, seorang ibu sedang berjualan di lokasi yang diketahui bernama, Badariah (60) warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat tewas ditempat dengan kondisi mengenaskan, lantaran mendapatkan hantaman keras dari mobil tersebut.
Sementara anak perempuannya yang masih remaja, Salamah Fazrina (14) kondisi kritis.
Informasi dihimpun menyebutkan, awalnya mobil Toyota Avanza BK 1922 IR dikendarai Dody, seorang pegawai BUMN di PLN, datang dari arah Glugur menuju ke arah Pulo Brayan Kota.
Diduga Dody mengantuk dan diduga juga dipengaruhi alkohol serta obat-obatan terlarang, ketika sampai di Persimpangan Jalan Pelita, ia tak mampu mengendalikan laju mobilnya yang kencang dan langsung menghantam ibu dan anak merupakan pedagang kaki lima (PKL) di lokasi.
Usai menabrak dua orang korban, mobil tersebut masih melaju dan baru berhenti setelah menghantam tenda serta tiang Gapura yang berada tak jauh dari lokasi, hingga mobil tersebut terbalik.
Anehnya, sang pengemudi ugal-ugalan tersebut tak mengalami luka sedikit pun. Warga nyaris menghajar Dody.
“Udah gila memang si pengemudi itu. Kalau gak sedang mabuk gak mungkin di kencang kali melaju mobilnya. Kurasa memang sedang dipengaruhi alkohol dia,” kata, Wajid, salah seorang warga.
Beruntung warga lain dapat melerai hingga polisi cepat turun ke lokasi. Sementara, korban tewas dan anaknya yang kritis, langsung dilarikan oleh polisi dibantu warga ke Rumah Sakit.
“Korban luka sudah kita bawa ke Rumah Sakit (RS) Martha Friska. Saat ini dia masih dalam observasi dokter. Kondisinya parah dan belum sadarkan diri. Sedangkan ibunya yang meninggal, jasadnya telah dibawa ke rumah duka. Keduanya adalah pedagang kaki lima,” kata, Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu.
“Usai menabrak kedua korban, mobil itu lantas menabrak tenda dan gapura hingga terguling. Pemeriksaan sementara, tersangka mengaku dalam keadaan ngantuk saat melaju mobilnya,” sebut Kapolsek Medan Barat.
Kapolsek Medan Barat, Kompol Viktor Ziliwu ketika ditanyai apakah sang pengemudi benar dalam kondisi dipengaruhi alkohol ataupun narkoba, ia mengaku masih memeriksa dan melakukan pengecekan terhadap tersangka.
“Kita sedang melakukan di test urine ke lab terhadap tersangka tentang dugaan itu,” sebutnya.
Disinggung apakah didalam mobil milik tersangka pihaknya menemukan narkoba atau alkohol, Viktor Ziliwu mengaku tidak ada.
Untuk proses sidik selanjutnya, pihak Polsek Medan Barat menyerahkan tersangka beserta barang buktinya ke petugas Unit Laka Satlantas Polrestabes Medan.(TM-05)

