#

Sudari Khawatir Anggaran Rp6,8 Miliar tak Mampu Tambah Kuota BPJS PBI

Sudari Khawatir Anggaran Rp6,8 Miliar tak Mampu Tambah Kuota BPJS PBI

Topmetro.news – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari meminta Pemko Medan segera melakukan pendataan ulang terhadap warga Kota Medan yang tidak mampu. Dia mengaku sampai saat ini masih banyak warga tidak mampu, namun belum tercover jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah.

“Untuk tahun 2021, kita sudah tambahkan anggaran sebesar Rp6,8 miliar untuk warga Kota Medan yang belum tercover. Agar tercover BPJS PBI,” ungkap Sudari, kepada wartawan.

Dia khawatir, kendati DPRD Kota Medan telah menambahkan anggaran tersebut, jumlah warga Kota Medan yang mendapatkan bantuan BPJS PBI tidak akan bertambah dari tahun 2020. Pasalnya, pemerintah pusat telah menaikkan iuran BPJS Kesehatan Kelas III dari nilai Rp25.500 menjadi Rp35.000 pada tahun 2021.

“Alhasil, anggaran yang kita tambah itu bukan untuk menambah kuota warga yang mendapatkan BPJS PBI. Tetapi untuk menutupi selisih harga kenaikan iuran,” urainya.

Dia berharap, Pemko Medan serius melakukan pendataan ulang terhadap warga Kota Medan yang layak menerima bantuan jaminan kesehatan tersebut. Apalagi, masih begitu banyak warga tidak mampu yang tidak mendapatkan bantuan jaminan kesehatan tersebut.

“Harus benar-benar lakukan pendataan. Pemko Medan harus mampu memilah mana yang layak mendapat bantuan dan mana yang tidak. Kalau memang sudah tidak layak, segera cabut BPJS PBI-nya dan alihkan kepada yang lebih berhak,” imbuhnya.

Dia mengaku, berdasarkan data yang ia terima per Juli 2020, jumlah warga Kota Medan yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan ada sebanyak 527.873 orang. Dari jumlah penduduk Kota Medan sebanyak 2.512.880, hanya 1.985.007 orang. Atau baru 79 persen warga Kota Medan yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, baik mandiri ataupun PBI.

Rinciannya, PBI bersumber dari APBN sebanyak 437.417 orang, bersumber dari APBD Provinsi sebanyak 15.590 orang dan bersumber dari APBD Kota sebanyak 315.820. Khusus yang bersumber dari APBD Provinsi, per 1 Juli 2020 yang lalu, sebanyak 23.384 dari 38.907 peserta atau 60 persen. Diantaranya terpaksa dicabut BPJS PBI-nya karena terjadinya refocussing anggaran di Pemprovsu.

REPORTER: THAMRIN SAMOSIR

Related posts

Leave a Comment