#

BNNK dan Polres Madina Razia Insidentil di Lapas Klas II B Panyabungan

razia insidentil

topmetro.news – Untuk memastikan bahwa Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Klas II B Panyabungan bersih dari narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten dan Polres Mandailing Natal (Madina) menggelar razia insidentil secara gabungan, Selasa (23/2/2021).

Razia insidentil yang dilakukan di kamar warga binaan Lapas Klas II B Panyabungan tersebut dilakukan oleh Kepala BNNK Madina AKBP Edi Masyuri Nasution diwakili Kepala Seksi Rehabilitasi Budiman dan Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi yang diwakili Aipda Adriansyah, didampingi Kalapas Klas II B Hamdi Hasibuan.

Hamdi Hasibuan sebelum melakukan razia, terlebih dahulu memberikan arahan. Kemudian memerintahkan kepada para petugas agar lebih mengedepankan etika saat menjalankan pemeriksaan kamar tahanan.

“Ketika melakukan pemeriksaan di kamar warga binaan, saya berharap kita tetap melakukannya secara bersahabat agar berjalan dengan baik. Sebab, para warga binaan itu juga manusia. Jalankanlah razia yang bersahabat agar menghasilkan kebaikan dan kekondusifan. Serta jangan arogan,” imbaunya.

Kepala Seksi Keamanan dan Tata Tertib (Kamtib) Hendria SH, menjawab konfirmasi topmetro.news di sela razia menuturkan, dari delapan warga binaan perempuan, ada salah seorang yang sedang hamil enam bulan.

“Warga binaan yang sedang hamil enam bulan tersebut baru dua minggu berada di Lapas Klas II B Panyabungan dengan kasus narkoba 3 kg ganja kering. Asal Desa Huta Tua Kecamatan Panyabungan Timur,” ungkapnya.

Kamar Warga Binaan

Pantauan topmetro.news, saat petugas gabungan melakukan razia insidentil, sebanyak tujuh kamar warga binaan menjalani pemeriksaan. Yakni dua kamar kasus kriminal, tiga kamar kasus narkoba. Dan dua kamar khusus perempuan dengan jumlah delapan orang kasus narkoba pun ikut mendapat pemeriksaan.

Dan dari razia tersebut, para petugas tidak ada menemukan adanya barang terlarang seperti narkoba. Hanya saja, petugas menyita barang yang tidak boleh ada dalam lapas. Seperti ikat pinggang, pisau silet, charger handphone, handset, dan kartu poker.

Setelah razia insidentil secara gabungan selesai, barang-barang yang disita petugas langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

reporter | Jeffry Barata Lubis

Related posts

Leave a Comment