#

Pasarkan Oli ‘Kw’ Merek Unioil, Warga Komplek Victoria Titi Kuning Dituntut Denda Rp25 Juta

minyak pelumas
Advertisement

topmetro.news – ‘Nekat’ memasarkan minyak pelumas (oli) bukan dari produsen sebenarnya alias ‘Kw’, Wendy Kartono (37), warga Jalan Inspeksi/Kanal Komplek Victoria, Lingkungan XV, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan mendapat tuntutan pidana denda Rp25 juta.

“Bila denda tidak dibayar maka digantikan pidana kurungan (subsidair) selama tiga bulan,” kata JPU Sri Delyanti di hadapan majelis hakim diketuai Saidin Bagariang dan terdakwa, Kamis (10/6/2021), di Cakra 3 PN Medan.

Dari fakta-fakta hukum terungkap di persidangan, dakwaan pertama pidana Pasal 102 jo. Pasal 100 Ayat (1) UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, menurut penilaian JPU, telah memenuhi unsur.

Yakni tindak pidana memperdagangkan barang dan atau jasa dan atau produk yang diketahui atau patut diduga mengetahui bahwa barang dan atau jasa dan atau produk tersebut merupakan hasil tindak pidana tanpa hak menggunakan merek yang sama pada keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain.

“Mengerti Saudara? Tadi Bu Jaksa menuntut saudara pidana denda. Tidak ada pidana penjara. Jadi saudara punya hak untuk menyampaikan pembelaan Kami berikan waktu selama tujuh hari,” urai Saidin Bagariang.

Temuan Oli Kw

Sementara uraian dalam dakwaan menyebut, perkara pemasaran oli ‘Kw’ menggunakan merek Unioil tersebut berawal dari temuan Hendramin. Ia adalah karyawan PT Dirgantara Mitramahardi Jakarta selaku distributor resmi Unioil untuk wilayah Banda Aceh dan Sumatera Utara (Sumut),

Saksi menemukan bon faktor pengiriman ratusan kaleng Unioil ‘Kw’ ke sejumlah daerah, Jumat (14/8/2020) sekira pukul 11.50 WIB. Pengiriman menggunakan jasa pengiriman barang (ekspedisi) Kalimantan di Jalan Irian Barat Percut Seituan.

Di antaranya, 100 kotak @ 24 kaleng ukuran 800 ml ke Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumut. Dengan harga Rp600.000 per 1 kotak. Dan 20 kotak @ 24 kaleng ukuran 800 ml. Serta 1 kotak @ 24 kaleng ukuran 1 liter ke Cikampak, Kabupaten Labusel.

Di salah satu gudang kawasan Kayu Putih Medan ditemukan 100 kotak @ 24 kaleng ukuran 800 ml yang ditemukan di Gudang Nomor 138 Kayu Putih.

Ratusan Juta

Temuan itu kemudian mereka laporkan ke penyidik. Terdakwa Wendy Kartono mengakui oli ‘Kw’ tersebut adalah miliknya yang ia beli dari seorang sales freelance (tidak tetap) bernama Rendi (belum tertangkap).

Setelah memesan lewat sambungan telepon seluler (ponsel) terdakwa kemudian menjemput oli tersebut ke salah satu gudang di Jalan Kayu Putih Medan. Akibat perbuatan terdakwa, omset PT Dirgantara Mitramahardi merugi ratusan juta rupiah sejak 2017 hingga 2019.

reporter | Robert Siregar

Advertisement

Related posts

Leave a Comment