Dipanggil Tidak Menyahut, Ibu Mengintip Dari Jendela Melihat Anaknya Gantung Diri di Ruang Tamu

gantung diri
Advertisement

topmetro.news – Seorang suami bernama, Sri Wahyudi (32) warga Desa Sidodadi, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (29/6/2021).

Peristiwa itu pertama kalidiketahui ibu kandung yang melihat korban sudah tergantung pada tiang ruangan tamu dengan seutas tali nilon.

Kapolsek Biru-biru, Iptu Cahyadi kepada wartawan mengatakan, sebelum gantung diri, korban sempat sarapan barsama istrinya dan ibu kandungnya.

Usai makan, istri pamit kepada suami untuk mengantarkan pesanan online. Anak korban pergi ke rumah ibu kandungnya yang rumahnya bersebelahan.

“Berselang berapa lama, ibu kandung kembali ke rumah Sri Wahyudi untuk mengambil pakaian anak korban. Namun, pintu depan terkunci,” terang Iptu Cahyadi.

Peristiwa Gantung Diri Hebohkan Warga

Cahyadi menuturkan, ketika sampai rumah, ibu korban mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci. Orang tua korban sempat memanggil, tapi tidak ada sahutan suara dari dalam rumah.

“Karena tidak ada sahutan, ibu koban lantas mengintip dari jendela. Dari situ, ia melihat korban sudah tergantung pada tiang ruangan tamu dengan seutas tali nilon menjerat leher,” jelasnya.

Baca Juga: Sitohang Nekat Gantung Diri, Tinggalkan Pesan untuk Keluarga

Setelah melihat kejadian tersebut, lanjut Iptu Cahyadi, ibu korban meminta bantuan kepada tetangga untuk mendobrak pintu yang terkunci itu.

“Warga sekitar berusaha membuka pintu, namun tidak bisa. Oleh karenanya, masyarakat merusak jendela sebelah kiri dan masuk ke dalam rumah. Dari sana, korban yang masih tergantung pada tiang ruangan tamu langsungditurunkan,” papar Cahyadi.

Tak berapa lama, personel Unit Reskrim Polsek Biru-biru itu tibadi lokasi kejadian setelah mendapat kabar ada warga gantung diri.

“Kanit Reskrim, Ipda Ade Asmairi bersama anggota saat hendak membawa jenazah korban ke rumah sakit terdekat guna diautopsi. Pihak keluarga menolak, karena sudah ikhlas menerima kematian dan tidak menuntut siapa pun. Lalu dibuat surat peryataan keberatan,” tuturnya.

Menurut Cahyadi, meskpiun keluarga menolak untuk diautopsi, pihaknya tetap melakukan visum luar korban oleh bidan desa setempat di rumah duka.

“Dari hasil visum luar, korban diketahui tidak mengidap penyakit. Keterangan pihak keluarga juga menyatakan jika almarhum tak ada masalah kepada orang lain,” pungkas Iptu Cahyadi.

Reporter | Jeremi Taran

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment