Di Sumut..!! Dipeluk, Oknum Pejabat Pelecehan Seks terhadap Kabid

Oknum Kadis pelecehan seks
Advertisement

Topmetro.News – Oknum pejabat pelecehan seks terhadap Kabidnya? Duh, tapi inilah yang terjadi di Pemkab Dairi. Seorang oknum Kadis (kepala dinas) berinisial PS, terduga pelaku pelecehan seks terhadap Kepala Bidang (Kabid). Tak pelak lagi, kasus ini resmi dilaporkan ke polisi sesuai LP/B/281/VIII/2021/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMUT, dan kini kasus itu sedang ditindak lanjuti.

Sumber resmi dilaporkannya oknum pejabat Kepala Dinas inisial PS di Pemerintahan Kabupaten Dairi itu di seputran Mapolres Dairi, Kamis (5/8/21).

PS diduga pelecehan seks terhadap Kepala Bidang saat berduaan di ruangan pelaku, dengan modus pelaku memanggil korban ke ruangannya untuk menanyakan kinerja.

Sebelumnya, suami dan keluarga korban yang merupakan Kepala Bidang di OPD yang dipimpin PS itu mengaku, tidak terima dengan sikap dan tindakan senonoh pelaku turut serta mendampingi korban untuk membuat laporan resmi ke polisi.

korban pelecehan seks
Korban (berbaju putih) saat mengadu ke kantor polisi. foto | mistar

Selain melaporkan kejadian ini ke polisi, suami dan keluarga korban mengaku, perbuatan bejat PS itu juga sudah dilaporkan ke pihak Internal Pemerintahan Kabupaten Dairi agar ditindak dengan pelanggaran disiplin PNS.

Bahkan, sebelumnya, suami korban menjelaskan kronologis peristiwa pelecehan seksual itu terjadi yakni, Senin 10 Mei 2021 sekira pagi hari usai apel.

Dimana Kadis (pelaku) saat itu memanggil kepala bidangnya (korban) ke ruangannya dengan modus menanyakan kinerja.

Saat berdua di ruangan dan pintu saat itu tertutup, lalu PS menanyakan kepada korban terkait usulan cutinya yang sebelumnya sudah diusulkan.

Ketika itu, PS spontan mendorong korban. Lalu, korban berdiri seraya menanyakan apa maksud tujuan pelaku mendorongnya.

Saat itu jugalah, pelaku langsung memeluk korban.

Kesal mendapat perlakuan tak senonoh, korban langsung mendorong pelaku seraya meronta lalu bergegas ke luar ruangan pelaku.

Sudah Disampaikan ke Sekda

Sebenarnya kejadian itu pun sudah disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda).

Kedua belah pihak dipanggil pada 28 Mei. Pertemuan itu, turut dihadiri Sekda, Inspektur dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Oknum Kadis itu sempat tidak mengaku. Korban menceritakan kembali kronologis itu, kemudian oknum Kadis minta maaf,” katanya.

Setelah oknum Kadis diminta pergi, katanya, Sekda menanyakan keinginan korban.

Korban bersama keluarga hanya meminta dipindahkan dari dinas itu, dan oknum Kadis dinonjobkan.

Namun, sampai sekarang hal itu tidak ada. Dia mengaku istrinya masih trauma tetap bekerja di kantor dimaksud.

Setelah tidak ada tindaklanjut, keluarga dan korban sepakat mengadukan kasus ini ke Mapolres Dairi.

Pantauan wartawan di ruang tunggu Sat Reskrim Polres Dairi, korban didampingi suami dan saudara laki-lakinya.

Juga terlihat Kepala BKPSDM Dairi dan Sekretarisnya.

Sayangnya, Dapot Hasudungan Tamba, Kepala BKPSDM Dairi belum bersedia memberi keterangan resmi terkait oknum pejabat pelecehan seks ini, karena menurutnya kasus dimaksud sudah ditangani aparat hukum.

“Ditunggu saja nanti perkembangannya,” kata Dapot Hasudungan Tamba.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh lewat menyebut, korban bersama keluarga sedang dimintai keterangan.

TOPIK SERUPA | Di Sergai, Honorer MAN Digoda, Adukan Oknum Kepsek

Seperti diberitakan Topmetro.News sebelumnya, kasus pelecehan seks diduga terjadi lagi. Seorang pegawai honorer di salah satu sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Serdang Bedagai (Sergai) berinisial YE (29) terpaksa melapor oknum Kepala Sekolah (Kepsek) setempat berinisial FN ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Jumat (9/7/2021). Laporan itu diduga menyangkut pelecehan seksual yang dialaminya tapi tidak ditindaklanjuti polisi.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan peristiwa yang membuatnya terpaksa berhenti bekerja. YE menceritakan, awalnya ia kerap digoda-goda oleh FN dengan mengajaknya jalan-jalan. Awalnya ia tak menganggap itu serius. Namun, godaannya semakin lama semakin sering.

sumber\foto | mistar/hariansib
reporter | jeremitaran

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment