Asian Agri dan Tanoto Foundation Salurkan 40 Konsentrator Oksigen ke Rumah Sakit

Asian Agri dan Tanoto Foundation Salurkan 40 Konsentrator Oksigen Ke Rumah Sakit
Advertisement

topmetro.news – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menerima secara simbolik 40 konsentrator oksigen dari Asian Agri dan Tanoto Foundation di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (27/08/2021).

Gubernur Edy Rahmayadi berterima kasih kepada Asian Agri dan Tanptp Foundation ,sebab bantuan konsentrator oksigen tersebut sangat dibutuhkan rumah sakit untuk penanganan pasien covid-19. “Ini akan kita bagikan ke rumah sakit di kabupaten/kota di Sumut,” ujar Edy.

Ia juga berharap agar semua pasien covid aktif yang dirawat di rumah sakit saat ini maupun yang isolasi mandiri, segera pulih. Dikutip dari data BNPB, pertambahan pasien covid sembuh di Sumut terus meningkat.

“Dan tentunya semakin banyak kita yang berperan menangani covid, akan memutus mata rantai penyebaran covid,” ujar Gubernur Edy didampingi Plt Kadis Kesehatan, Aris Yudhariansyah.

Asian Agri bersama Tanoto Fondation , organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto di tahun 1981, hari ini (27/8), secara simbolis menyerahkan 40 unit konsentrator oksigen kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi untuk didistribusikan ke rumah sakit di Sumatera Utara.

Donasi ini merupakan rangkaian pendistribusian dari Program Oksigen Untuk Indonesia dari Tanoto Foundation, yang sebelumnya telah menyerahkan 3.000 unit konsentrator oksigen kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mewakili pemerintah Indonesia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas donasi konsentrator oksigen dari Tanoto Foundation dan Asian Agri.

Asian Agri dan Tanoto Foundation Salurkan 40 Konsentrator Oksigen Ke Rumah Sakit

Secara Terpisah, Dr. J. Satrijo Tanudjojo, CEO Global, Tanoto Foundation, menegaskan kembali komitmen Tanoto Foundation dalam mendukung pemerintah Indonesia selama pandemi Covid-19. “Ketika kasus Covid-19 naik pada awal Juli, pimpinan Tanoto Foundation segera menghubungi pemerintah Indonesia lewat Kementerian Kesehatan untuk mencari tahu bantuan apa yang sedang dibutuhkan. Kami bersyukur bahwa setelah program Oksigen Untuk Indonesia diluncurkan, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pemenuhan oksigen di rumah sakit di Indonesia, khususnya Jawa-Bali telah membaik. Tanoto Foundation akan terus mendukung pemerintah dan melakukan upaya terbaik untuk membantu penanganan pandemi.”

Sementara itu, Head SSL & Legal Asian Agri, David Alamsjah mengatakan bahwa bantuan konsentrator oksigen ini merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan kepada pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Bantuan konsentrator oksigen ini merupakan wujud dukungan perusahaan bersama Tanoto foundation kepada pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19. Kami berharap bantuan konsentrator oksigen ini dapat mengatasi kekurangan pasokan oksigen dan kiranya bisa meyelamatkan nyawa para pasien yang sedang berjuang melawan covid-19,” ujar David saat melakukan penyerahan bantuan di rumah Dinas Gubernur Sumut pada 27 Agustus 2021.

Oksigen untuk Indonesia

Sejak awal Juli 2021, Tanoto Foundation telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan oksigen akibat kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.

Pada 9 Juli 2021, Tanoto Foundation mendonasikan 500 ton oksigen cair yang diproduksi oleh PT Riau Andalan Pulp & Paper (APRIL Group). Sebagian besar oksigen cair tersebut telah diterima oleh berbagai rumah sakit di enam provinsi di Pulau Sumatra dan Jawa.

Selain itu, antara 13 Juli s.d. 10 Agustus 2021, Tanoto Foundation mendonasikan sebanyak 3.000 unit konsentrator oksigen yang telah diserahterimakan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 1.000 unit pertama sebagai bagian donasi bersama 11.000 unit dengan 15 organisasi mitra. 2.000 konsentrator oksigen lainnya didatangkan langsung dari Foshan, Tiongkok, yang terdiri dari 1.400 unit single-channel konsentrator oksigen dengan kapasitas 10L/menit dan 600 unit double channel konsentrator oksigen dengan kapasitas 10L/menit.

Di tengah gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia, terjadi kekurangan 700 ton oksigen untuk kebutuhan medis per hari, menurut data dari Kementerian Kesehatan. Pemerintah menargetkan adanya cadangan pasokan oksigen sebanyak 2.000 ton dalam bentuk 1.000 ton oksigen cair dan 1.000 ton lainnya dari penggunaan konsentrator oksigen.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, setiap 1.000 unit konsentrator oksigen dapat menghasilkan oksigen sebanyak 20 ton per hari. Pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa kebutuhan konsentrator oksigen mencapai 50.000 unit, 20.000 sampai 30.000 unit di antaranya akan didapatkan melalui impor.

Selamatkan Tenaga Kesehatan 2020

Pada April 2020, tidak lama setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia, Tanoto Foundation mendonasikan 1 juta masker medis, 1 juta sarung tangan, 100.000 alat pelindung diri (APD), dan 3.000 pelindung mata untuk tenaga kesehatan Indonesia di tengah kekurangan pasokan peralatan medis. Semua donasi ini tiba dalam 10 hari pertama pelaksanaan PSBB.

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Tentang Tanoto Foundation

Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto atas keyakinan bahwa setiap orang harus mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan potensinya secara penuh. Tanoto Foundation memulai kegiatannya pada 1981, saat Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto membangun Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar di Besitang, Sumatra Utara.

Filosofi Tanoto Foundation adalah pendidikan berkualitas bisa mempercepat terciptanya kesetaraan peluang. Kami mengembangkan potensi individu dan memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan berkualitas dari usia dini sampai usia berkarya.

Tiga pilar komitmen Tanoto Foundation adalah memperbaiki lingkungan belajar, mengembangkan pemimpin masa depan, dan memfasilitasi riset medis. Dalam upaya perbaikan lingkungan belajar, Tanoto Foundation mendukung Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar, serta memperbaiki ekosistem pendidikan melalui program penguatan kapasitas pengelolaan dan kepemimpinan sekolah, peningkatan kapasitas guru, dan partisipasi orangtua dan masyarakat.

Dalam mendukung pengembangan pemimpin masa depan, Tanoto Foundation membina calon pemimpin masa depan untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat.

Untuk memfasilitasi riset medis, Tanoto Foundation bermitra dengan lembaga kesehatan di Singapura untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi kesehatan yang prevalen di Asia serta menerapkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang menghambat potensi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Penulis : Erris

Advertisement

Related posts

Leave a Comment