Biadab…!! Oknum Guru SD Di Kecamatan Bahorok Diduga Cabuli Siswi 7 Tahun

Kecamatan Bohorok
Advertisement

topmetro.news – Miris..!! Ruang kelas sekolah yang diperuntukkan khusus tempat kegiatan belajar mengajar, malah dijadikan lokasi perbuatan bejad oknum guru kelas. Peristiwa bejad sekaligus memalukan karena sudah mencemarkan dunia pendidikan di Kabupaten Langkat tersebut terjadi di salah satu sekolah SD Negeri di Kecamatan Bohorok.

Perbuatan biadab yang tidak pantas dilakukan oknum guru laki-laki tersebut berinisial As (56) terhadap Bunga (nama samaran) yang masih duduk di kelas 2 berusia 7 tahun tersebut terjadi pada hari Sabtu (10/9/2022) sekira pukul 10.00 WIB lalu.

Hal ini diketahui berdasarkan dari Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPLP) Nomor: STPLP/B/919/IX/2022/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT tertanggal 17 September 2022 atas laporan Ibu kandung korban yang dikirimkan ke wartawan media ini dengan maksud agar dapat segera ditindaklanjuti.

Hal ini dibenarkan oleh Kanit PPA Polres Langkat Aipda Ninit saat diko firmasi melalui layanan WhatsApp, Jum’at (23/9/2022) sore.

Menurut Ipda Ninit pihaknya hari Senin (26/9/2022) pekan depan akan segera cek lokasi.

“Siap Bang. Kita hari Senin (26/9/2022) akan melakukan cek lokasi. Kemarin kendalanya hanya saksi yang mengetahui peristiwa pencabulan itu,” ujarnya.

Sementara itu, kelurga korban pencabulan saat dihubungi mengatakan bahwa mereka siap menghadirkan saksi agar kasus memilukan sekaligus memalukan tersebut dapat segera dituntaskan.

“Kita percaya dengan kinerja jajaran Polres Langkat di bawah Komando Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok SH SIK. Apalagi ini kasus pencabulan anak yang dilakukan oknum gurunya sendiri. Kita minta agar pelakunya segera ditangkap,” ujar keluarga korban yang enggan disebutkan jati dirinya kepada Topmetro melalui WhatsApp, Jum’at (23/9/2022).

Sementara itu, kedua orang tua korban, FS (36) (ibu korban, red)) dan EES (37) (ayah korban, red)) saat dikonfirmasi mereka mengaku sangat shock dan terpukul mendengar cerita anaknya yang menjadi korban pencabulan oleh oknum guru olah raganya di sekolah.

“Kami sempat kesal karena anak kami sering menangis dan mengeluh sering bilang gak mau sekolah di sekolah itu lagi. Saya sempat marah mengira anak saya itu dimarahin guru atau berantam sama kawannya di sekolah. Tapi anak kita itu minta pindah sekolah terus,” ujar ayah Bunga.

Kemudian, sang ibu secara bijaksana menanyakan kepada buah hatinya, apa sebenarnya yang terjadi sehingga Bunga tidak mau lagi bersekolah di sekolah itu.

Akhirnya Bunga menceritakan kepada Ibunya dengan polos apa yang dialaminya.

“Karoku (kemaluanku) dipegangin digosok-gosok sama Bapak itu, dan aku disuruh pegangi karo (kemaluan) dia,” ujar Bunga dengan polos sembari menangis sesegukkan penuh ketakutan.

Mendengar pengakuan buah hatinya, sang Ibu histeris bagai disambar petir.

Fitriani bertanya lagi sejak kapan Bunga dicabuli oknum guru olah raga berinisial As tersebut, korban mengaku sudah sejak kelas 1.

Kemudian Fitriani menceritakan kepada suaminya tentang perilaku bejad oknum guru anknya tersebut.

“Saya langsung terpukul dan menyesal telah memarahin anak saya ini karena gak mau sekolah lagi dan selalu minta pindah sekolah. Ternyata anak saya jadi takut masuk sekolah karena takut bertemu guru olah raga itu,” ujar ayah Bunga sembari memeluk anaknya.

Dari kejadian tersebut, akhirnya terungkap jika sudah banyak anak didik di sekolah tersebut yang menjadi korban perilaku oknum guru olah raga yang diduga mengidap Pedefolia tersebut.

Bukan itu saja, ternyata terungkap juga jika mantan siswa SDN 0506** di Kecamatan Kuala tersebut juga sudah banyak yang pernah dicabuli oleh oknum guru olah raga tersebut.

“Saya sudah bertemu dengan mantan anak SD di sekolah itu yang kini sudah SMP dan SMA yang dulu pernah juga dicabuli si As guru olah raga itu. Dan mereka siap dihadirkan jadi saksi kebejatan oknum guru tersebut.

Sejak mendengar Bunga telah jadi korban pencabulan oknum guru olah raga, Ibu Bunga, Fitriani, kemudian mendatangi sekolah anaknya dan masuk serta bertanya kepada para pelajar perempuan di kelas-kelas dan bertanya siapa saja yang pernah dicabuli oleh oknum guru As.

“Ternyata di kelas 5 ada 3 orang anak yang mengaku juga pernah dipegangi kemaluannya dan oknum guru tersebut memegangi tangan muridnya dan digesek-gesekkan ke kemaluan guru itu. Pengakuan itu juga di dengar oleh guru lainnya. Bahkan anak saya saat menceritakan apa yang dialaminya di hadapan guru-guru sempat ada yang nangis dan gak terima atas kelakuan oknum guru berinisial As itu,” papar Ibu korban.

Terpisah, Kasek SDN 0506** Kecamatan Kuala, Nurlelawati, saat dikonfirmasi Topmetro terkait peristiwa bejad yang dilakukan oknum guru olah raga di sekolah yang dipimpinnya mengaku jika permasalaahannya sudah ditangani Polisi.

“Tapi masalahnya kan sudah ditangani Polisi. Jadi kita tunggu aja perkembangan kasusnya,” ujar Nurlelawati.

Saat ditanyakan apa sikapnya selaku Kepala Sekolah melihat peristiwa yang terjadi, Nurlelawati semula mengatakan bahwa kasusnya cuma pegang-pegang tangan aja.

“Kasusnya kan cuma kecil cuma pegang-pegang aja. Gak terjadi apa-apa,” ujarnya coba berkilah.

Saat ditanyakan kembali bagaiamana sikapnya jika anaknya yang diposisikan seperti yang dialami Bunga serta korban lainnya, Nurlelawati sepontan menjawab jika dia pasti tidak terima.

“Ya, pasti saya gak terima lah,” tegasnya.

Begitu juga saat ditanyakan apa yang sudah dilakukan dirinya selaku Kasek melihat peristiwa memalukan tersebut apakah sudah dilaporkan ke pihak Dinas Pendidikan di Stabat, Nurlelawati mengaku belum melaporkan.

“Tapi saya sudah melaporkan ke pengawas sekolah kecamatan. Ya tinggal menunggu kelanjutan penanganan hukum dari Polisi aja,” ujarnya.

Terpisah, Kadis Pendidikan Pemkab Langkat Dr.H.Syaiful Abdi SH SE MPd saat dikonfirmasi terkait peristiwa memalukan yang diduga dilakukan oknum guru olah raga di SDN 0506** Kecamatan Bahorok tersebut sangat terkejut.

“Biadab dan memalukan,” ujarnya singkat melalui ponselnya, Jum’at (23/9/2022) malam.

Reporter | Rudy Hartono

Advertisement

Related posts

Leave a Comment