Pertanyaan Penyidik Polres dan Inspektorat Sama, Asron Bingung Kasus dr AK Mau Dibawa ke Mana

etua DPD Pemuda LIRA Madina Asron Nasution mengaku bingung usai memberikan klarifikasi ke Inspektorat Madina, Rabu (20/3/2024).

topmetro.news – Ketua DPD Pemuda LIRA Madina Asron Nasution mengaku bingung usai memberikan klarifikasi ke Inspektorat Madina, Rabu (20/3/2024).

Hal ini karena klarifikasi yang ia berikan tak berbeda jauh dengan apa yang sudah sampai kepada pihak kepolisian beberapa waktu lalu.

“Saya heran. Kasus ini mau dibuat seperti apa. Jika memang mau diungkap, mengapa saya harus dimintai keterangan oleh Inspektorat lagi. Padahal saya sudah menyampaikan keterangan kepada polisi beberapa waktu lalu,” ungkap Asron kepada wartawan, Rabu (20/3/2024) sore.

Selain itu, Asron menduga kasus pemalsuan surat tugas dr AK yang dilaporkannya ini seolah-olah mau dibuat membingungkan. Sehingga dirinya sebagai pelapor, harus bolak-balik dipanggil pihak kepolisian dan Inspektorat.

“Mengapa kasus ini seolah-olah mau dibuat ribet. Padahal, jika kita lihat dalam Undang-undang Pidana, unsur penipuannya sudah jelas,” tuturnya.

Bahkan Asron pun menduga adanya intervensi dari oknum yang memiliki jabatan lebih tinggi agar kasus ini dibuat mengambang dan mengendap. Sehingga proses pemakaian surat tugas palsu atas dr AK tidak lagi diusut.

“Saya menduga ada yang mengintervensi kasus ini. Padahal, pernyataan Kepala Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu jelas. Masa tugas dr AK masih satu tahun sembilan bulan. Ini lah tugas polisi untuk ungkap siapa dalangnya. Sehingga lulusnya dr AK merugikan tenaga-tenaga kesehatan yang memenuhi syarat untuk lulus,” tegas Asron.

Sikap Pemkab

Asron, yang juga berprofesi sebagai perawat ini pun menyayangkan sikap Pemkab Madina jika kasus penggunaan surat tugas palsu dr AK ini menjadi panjang dan tak berujung. Sehingga ke depannya kepercayaan masyarakat untuk seleksi penerimaan PPPK berikutnya menjadi luntur.

“Pemkab, baik Bupati maupun Wakil Bupati harus beri perhatian atas kasus dr AK. Ini akan meruntuhkan kepercayaan masyarakat Madina. Apalagi dalam waktu dekat akan ada penerimaan PPPK baik tenaga kesehatan maupun guru,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Rahmat Daulay mengaku belum menerima hasil klarifikasi dari Ketua DPD Pemuda LIRA Asron Nasution. “Belum terima hasil klarifikasi Pak. Nanti saya tanyakan terlebih dahulu,” tulisnya singkat melalui WhatsApp, Rabu (20/3/2024) siang.

reporter | TIM

Related posts

Leave a Comment