12 Ekskavator PETI yang Diamankan, 1 Baru Teridentifikasi, 11 Masih Penelusuran

topmetro.news – Setelah hampir dua pekan diamankannya 12 alat berat ekskavator yang melakukan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), baru satu unit yang teridentifikasi.

Hal itu diungkapkan Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh melalui akasi Humasy Polres Madina Ipda Bagus Seto kepada wartawan, Senin (10/6/2024).

Bagus juga menjelaskan bahwa saat ini tim penyidik masih terus bekerja guna mencari siapa pemilik kesebelas ekskavator lainnya.

”Tim terus bekerja. Sejauh ini tersangka yang sudah ditetapkan sebanyak 7 orang. 6 orang ditahan, 1 orang dijamin keluarga karena masih beratatus dibawah umur,” paparnya.

Ipda Bagus Seto yang juga menjabat sebagai KBO Reskrim Polres Madina ini menuturkan, 1 alat berat yang diketahui kepemilikannya dan sudah jadi tersangka berinisial SB.

”Inisial SB itu, satu dari 7 orang tersangka yang di tetapkan sebagai tersangka dan telah di amankan polisi,” tegasnya.

Diketahui pada tanggal 28 Mei 2024 lalu, Polres Madina melakukan razia PETI dengan alat berat ekskavator di wilayah hukum Polsek Kecamatan Kotanopan. Ada 3 lokasi yang jadi target operasi yakni aek kapesong di Kelurahan Pasar Kotanopan, desa Hutarimbaru dan Sabadolok.

Dan dari 3 lokasi itu, sebanyak 12 alat berat jenis exscavator berhasil diamankan polisi bersama 7 orang pekerja dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketujuh tersangka tersebut yakni, SB sebagai pemilik alat berat, JH (33) warga Desa Sidorejo Kecamatan Padangsidimpuan Kota sebagai operator alat berat, MR (20) warga Desa Ampung Padang, Kecamatana Ranto Baek Madina.

IE (24) warga Desa Aek Nangali, AS (22) dan AH (27) warga Desa Simpang Durian Kecamatan Lingga Bayu, serta S (17) warga Batang Natal.

reporter | TIM

Related posts

Leave a Comment