Irsya yang Nakal: Awalnya Saya Ragu, Tapi Mereka Bayar Uang Muka…

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Setelah diperiksa polisi, Irsya Dulibad (23) membuat pengakuan. Kegemaran Irsya berdandan masih terlihat dari penampilannya, meski sudah di dalam tahanan Polrestabes Surabaya.

Sisa-sisa perawatan kecantikannya masih terlihat. Kulit dan wajahnya masih terlihat bersih seperti sering perawatan. Rambut sebahunya direbonding dan tertata rapi.

“Saya dulu memang pernah bekerja di salon kecantikan,” katanya seperti dilansir belitungpos, sesaat lalu.

Meski masih muda, Irsya sudah menikah dua kali. Ia dikarunia satu anak usia 4 tahun di pernikahan pertamanya lalu cerai. Selanjutnya dia menikah lagi, tapi belum dikaruniai anak. Dia mengaku suaminya sekarang hanya bekerja di proyek.

“Uang belanja dari suami hanya cukup buat makan dan bayar sewa kos,” kenangnya di kantor polisi.

Ketika ditangkap polisi, Irsya memang sedang mendapat order dari tamu. Tamu itu meminta layanan seks threesome.

Sebenarnya, dia tidak pernah melayani tamu yang meminta layanan seks threesome. Karena butuh uang, dia pun menerima ajakan tamu itu.

Kemudian, dia mencari teman untuk melayani tamu itu. Dia mencari di grup Facebook. Kebetulan, ketika itu ada wanita panggilan yang juga buka order. Irsya menghubungi wanita itu.

Dia menawarkan ke wanita itu bahwa ada tamu yang mengajak seks ramai-ramai.

Tarifnya, per orang Rp600 ribu. Tarif itu sudah bersih tidak dipotong biaya sewa hotel. Wanita panggilan yang dihubungi itu juga setuju.

Irsya yang nakal pun segera memberitahukan jadwal dan lokasi hotel tempatnya bertemu.

Ternyata itu menjadi hari apesnya. Dia digerebek polisi ketika berada di hotel.

“Awalnya saya ragu mau melayani tamu itu. Tapi dia memberi uang muka, sehingga saya percaya,” katanya.

Dia ragu melayani tamu yang mengajak layanan seks ramai-ramai karena ada beberapa temannya yang ditangkap polisi saat melakukan hal serupa. “Ternyata digerebek polisi juga. Sekarang memang banyak tamu yang minta layanan seks aneh-aneh,” katanya.

Penyidik Unit PPA Polrestabes Surabaya, Bripka Anti mengatakan, belakangan ini memang banyak kasus trafficking dan prostitusi yang melayani seks ramai-ramai seperti yang dilakukan Irsya.

Malah, dia pernah menangani kasus suami yang menjual istrinya demi kepuasan fantasi seksualnya. Aneh memang!!! (pb)

Advertisement

Related posts

Leave a Comment