Aparatur di Medan Marelan tak Peduli Korban Banjir, Andry Mahyar: Pengungsi Makan Hasil Patungan Sendiri

topmetro.news, Medan – Hujan deras yang melanda Kota Medan sejak tanggal 25 hingga 27 Nopember 2025 mengakibatkan banjir hampir seluruh Kota Medan termasuk di Kecamatan Medan Marelan.

Tidak hanya air dengan ketinggian hampir sedada orang dewasa yang masuk ke dalam rumah warga akan tetapi usai banjir tersebut banyak warga yang kehilangan dan rusaknya barang-barang di rumah mereka termasuk barang elektronik.

Salah seorang tokoh pemuda dan masyarakat Andry Mahyar angkat bicara perihal tidak pedulinya aparatur pemerintahan di Kecamatan Medan Marelan pada saat terjadinya banjir tersebut.

“Banyak warga yang mengungsi akibat banjir itu namun sangat disayangkan di Medan Marelan ini, jangankan Camatnya aparat Kelurahanpun tak kelihatan, warga yang ngungsi itu mereka patungan sendiri untuk makannya,” kata pengurus PSMS ini, Senin (1/12/2025).

Dikatakannya seharusnya aparatur kecamatan bekerja maksimal saat terjadinya banjir dengan mendatangi warga setempat untuk membantu para korban. Ia menyebut, hanya dari Perumda Tirtanadi yang berkeliling dengan mobil tangki mendistribusikan air bersih ke warga akibat mati saluran air.

“Cuma dari Tirtanadi yang keliling pake mobil tangki air mendistribusikan air ke warga. Untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada Tirtanadi yang telah peduli kepada korban banjir,” ujar Andry Mahyar.

Andry Mahyar berharap ke depannya aparatur pemerintah agar lebih peka dan dapat mencari solusi efektif untuk mengantisipasi kejadian banjir seperti ini.

“Kami berharap ke depannya para aparatur pemerintah di setiap kecamatan yang ada di Medan ini, lebih peka terhadap situasi kejadian di tempatnya. Jangan menunggu masyarakat marah baru berbuat,” ujar Andry Mahyar yang juga seorang pengacara itu.

Hal senada juga dirasakan tokoh masyarakat yang tinggal di Komplek Mediterania Medan Marelan, Rahman dan Maryono.

“Kami sangat menyayangkan, ketika kejadian banjir itu, tidak satu pun aparatur pemerintah yang datang untuk melihat warganya yang jadi korban banjir,” ujar Rahman didampingi Andi, Sudiro, Jamal, Sarman, dan Sibarani.

penulis | Erris JN

Related posts

Leave a Comment