topmetro.news, Aceh Selatan – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, hal tersebut telah diakui oleh Zakaria Sulaiman (65), seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Blang Poroh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan. Sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Pemerintah Daerah, Zakaria mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Program JKN, khususnya saat dirinya menjalani operasi katarak beberapa waktu lalu.
Saat ditemui Tim Zakaria menceritakan perjalanan kesehatannya yang sempat terganggu akibat penurunan penglihatan. Ia mengira gejala awalnya hanya gangguan ringan pada mata. Melihat kondisi yang tidak kunjung membaik, Zakaria memutuskan untuk memeriksakan diri ke klinik terdekat. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis dirinya mengalami katarak dan merekomendasikan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
“Awalnya saya merasa penglihatan sedikit buram, saya kira cuma sakit mata biasa saja. Tapi lama-kelamaan pandangan semakin gelap, sampai saya kesulitan melihat dengan jelas. Dokter di klinik bilang mata kanan saya sudah parah dan tidak bisa diobati lagi, jadi saya dirujuk ke Rumah Sakit Yuliddin Away,” tutur Zakaria, Rabu (12/11).
Di rumah sakit rujukan tersebut, Zakaria kemudian menjalani tindakan operasi katarak. Proses administrasi yang dijalaninya pun terbilang mudah. Ia hanya diminta menyiapkan surat rujukan dan kartu tanda pengenal.
“Dalam hal administrasi, saya hanya diminta surat rujukan dan kartu BPJS Kesehatan. Tidak ada diminta biaya tambahan sama sekali, semua ditanggung BPJS Kesehatan. Alhamdulillah, setelah operasi penglihatan saya sudah jauh lebih terang dan jelas. Sekarang saya bisa melihat dengan normal lagi,” ungkapnya dengan rasa syukur.
Selain merasakan manfaat secara medis, Zakaria juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang ia terima selama menjalani perawatan. Menurutnya, pelayanan tenaga medis di rumah sakit sangat baik dan profesional.
“Dokter selalu rutin menanyakan dan menjawab keluhan saya setiap kali saya berobat. Suster juga ramah dan sigap dalam memberikan obat maupun perawatan,” jelasnya.
Kini, setelah menikmati manfaat JKN bagi dirinya sendiri, Zakaria tidak lupa untuk mengurus kepesertaan JKN milik anaknya. Sang anak sudah melewati batas usia tanggungan, sehingga perlu didaftarkan sebagai peserta mandiri. Zakaria mengaku, sebagai seorang pensiunan, keberadaan Program JKN sangat membantu dirinya dan keluarga. Dengan penghasilan yang tidak lagi sebesar saat masih aktif bekerja, ia merasa tenang karena biaya kesehatan sudah dijamin negara melalui program ini.
“Sekarang saya sedang mengurus keaktifan kepesertaan anak saya supaya tetap bisa dilindungi oleh JKN. Setelah tidak lagi menjadi tanggungan, langsung saya daftarkan jadi peserta mandiri. Sebagai pensiunan, saya merasa sangat terbantu dengan adanya JKN. Saya tidak perlu memikirkan biaya mahal untuk pengobatan saya dan keluarga. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu harus mencari biaya ke mana,” ungkap Zakaria.
Penulis | Erris

